Kolaborasi desa buahkan hasil, Teniga catat nol kasus perkawinan anak

Ilustrasi.

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatat angka perkawinan anak di daerah tersebut masih tergolong tinggi. Namun di tengah kondisi itu, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, berhasil mencatatkan capaian membanggakan dengan nol kasus pernikahan dini. Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah karena dinilai menjadi contoh nyata upaya pencegahan di tingkat desa.

Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri mengatakan capaian Desa Teniga menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan secara konsisten kepada masyarakat mampu menekan angka perkawinan anak secara signifikan.
“Meskipun beberapa desa seperti Desa Teniga berhasil mencatatkan angka nol kasus, upaya pencegahan secara menyeluruh di KLU tetap harus kita perkuat,” ujarnya, Kamis (26/03/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong seluruh desa agar memperkuat program pencegahan perkawinan anak melalui pendekatan edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta keterlibatan berbagai elemen di tingkat desa.

Sementara, Kepala Desa Teniga, Muhammad Yusup menjelaskan keberhasilan desa yang dipimpinnya menekan angka perkawinan anak hingga nol kasus bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Capaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi berbagai pihak di tingkat desa.

Dia menyebut pemerintah desa secara aktif melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan dalam upaya pencegahan perkawinan anak.

“Lembaga yang terlibat aktif untuk menekan angka perkawinan anak di desa kami antara lain Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Ikatan Mahasiswa Desa Teniga yang berperan dalam edukasi akademik, serta Forum Komunikasi Anak sebagai wadah suara generasi muda di tingkat desa,” jelasnya.

Yusup menegaskan, kunci utama menekan angka perkawinan anak adalah konsistensi dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hampir setiap pertemuan warga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi untuk menyampaikan risiko dan dampak negatif pernikahan dini.

“Setiap ada perkumpulan warga, dalam momen apa pun, kami selalu menyampaikan tentang risiko perkawinan anak. Ini sudah menjadi pesan wajib kami,” katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut perlahan membuahkan hasil dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mencegah pernikahan dini demi masa depan generasi muda.

“Alhamdulillah, kesadaran itu tumbuh subur di masyarakat, dan sekarang kasus pernikahan dini di Desa Teniga benar-benar bisa kita tekan hingga nol,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI