Kisah suami-suami di Lombok yang ditinggal istri bekerja ke luar negeri, pelihara Kecial jadi hiburan

kicknews.today – Banyak perempuan di Lombok yang memilih untuk merantau ke luar negeri menjadi pekerja migran guna memperbaiki perekonomian keluarga. Pilihannya biasanya ke negara Arab Saudi, Malaysia, Brunei Darussalam dan Hong Kong. Tidak sedikit dari mereka yang masih dalam ikatan berumah tangga. Suami-suami mereka pun tidak bekerja mapan di tanah air. Memelihara burung kecial kuning kemudian jadi trend sebagai bisnis sampingan dan pelepas penat.

Ahmad Dani (46 th) contohnya. Warga asal Desa Kediri Selatan ini mengaku memelihara burung kecial kuning untuk hiburan saat merasa kesepian ditinggal istrinya bekerja di luar negeri.

Hal itu diungkapkan Dani nama panggilannya saat kicknews.today bertandang ke rumahnya di dusun Sedayu Tengah Kecamatan Kediri Lombok barat, Sabtu (3/12).

“Saya menggeluti burung kecial ini untuk hiburan saja karena semenjak ditinggal istri merantau ke Saudi saya kebingungan” ungkap Dani.

Pria yang lahir di Sumbawa tersebut juga mengaku dirinya tidak tega membiarkan istrinya pergi ke luar negeri. Namun karena itu merupakan keputusan istrinya, diapun bersedia.

“Saya tidak bisa mencegah dia untuk pergi, takutnya saya dimarah lagi, karena istri saya itu orangnya keras kepala,” katanya.

“Mertua saya juga orangnya keras. Kalau saya larang pasti dia ikut campur rumah tangga kami, dulu saya juga sudah daftar ke Saudi tapi saya tidak lolos, katanya saya masalah di kesehatan,” lanjutnya.

Haeriah (38 th) nama istrinya yang dulunya seorang pedagang sayuran di pasar Kediri mengaku ikhlas untuk pergi bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga ke Arab Saudi karena kebutuhan rumah tangga yang semakin meningkat. Hal ini disampaikan dia kepada kicknews.today melalui pesan Whatsapp.

“Semakin hari semakin banyak kebutuhan kita, jadi mau tidak mau saya harus pergi ke Saudi mencari rizki,” ungkap Haeriah.

Pasangan tersebut sudah berumah tangga sejak tahun 2014 yang lalu, sampai saat ini mereka memiliki tiga orang anak dan semuanya sudah menginjak di bangku sekolah dasar.

Berbeda dengan Abdul Muhid (40 th) salah satu warga dusun sedayu timur yang istrinya sedang berada di Malaisya

Ia merasa bersyukur bisa memelihara burung kecial, karena berkat burung itu ia bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan. Hal ini diungkapkan Muhid di sela kesibukannya merawat burung kecial kuning kesayangannya, Sabtu (3/12).

“Dulu saya orang yang boros dan sedikit nakal, mungkin karena kebodohan saya istri saya pergi ke Malaysia,” ujarnya

“Tapi sekarang saya sudah bertaubat. Saya belajar memlihara burung kecial. Setelah menjadi burung yang bisa bersuara merdu kemudian saya menjualnya pada orang yang biasa melombakan burung kecial,” pungkasnya.

Pria yang juga bekerja sebagai juru parkir di daerah Kediri itu juga mengaku sering mendapat untung banyak dari menjual burung kecial

“Biasanya saya beli burung seharga 60 ribu, kemudian saya pelihara dan rawat dengan teratur sampai menjadi burung yang bagus, baru saya jual seharga 2 juta, kadang kalau sangat bagus bisa sampai 4 jutaan”katanya.

Tak Cuma itu, ia juga katakan kalau dirinya terbiasa hidup sendiri dirumahnya berkat burung kecial yang ia pelihara

“Sebenarnya saya kangen dengan istri saya, mudahan akhir tahun ini ia pulang, untung saja ada burung kecial ini jadi saya sibukkan diri saya setelah pulang dari markir,” katanya. (Ys)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI