in , ,

Lombok Barat Lestarikan Tradisi Dulang Ganggas Sasak

Para perempuan Sasak di Desa Nyurlembang saat membawa dulang ganggas ke kantor desa

kicknews.today – Ratusan warga Desa Nyurlembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (9/1), tumpah dalam “Festival Mini Berapek Dulang Ganggas”. Festival tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini bukti bahwa kita selalu dan terus berupaya menjaga tradisi dan budaya yang kita miliki,” kata Wakil Bupati saat membuka kegiatan.

Dikatakan, Desa Nyurlembang dapat dijadikan contoh bagi desa-desa lain, dalam pelestarian budaya dan tradisi unik yang dimiliki. Selain budaya, kata Sumiatun, Lombok Barat juga memiliki wisata alam yang indah berupa pantai, gunung, hutan, dan lain-lain.

“Semoga ke depan even seperti ini bisa diadakan tiap tahunnya, karena inilah identitas kita, inilah budaya kita, dan bisa membawa manfaat lain yaitu sebagai wisata budaya, bahwa budaya-budaya yang kita miliki hendaknya mampu mendatangkan wisatawan yang manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya, sekitar 26 dulang (talam/nampan/baki yang di atasnya berisi rupa-rupa panganan dan buah), yang ditutup tembolak (tutup saji) merah dibawa dalam arakan parade oleh para perempuan-perempuan Sasak Desa Nyurlembang.

Peserta parade menggunakan busana Muslim Sasak itu berbaris rapi dengan dulang ganggas di atas kepala, berjalan dengan iringan kesenian tradisional Gendang Beleq menuju kantor desa setempat. Selain dulang, sebagian mereka juga membawa kendi berisi air minum, dupa, dan penginang (tempat menaruh bahan-bahan untuk nyirih).

Dalam sambutannya, Kepala Desa Nyurlembang H. Wardi Asmunandi menyampaikan, selain sebagai ajang silaturahmi antar lembaga desa yang ada di Desa Nyurlembang, kegiatan itu juga menjadi salah satu upaya pemerintah melestarikan tradisi budaya yang ada.

“Festival ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya. Ini cara kita mempertahankan budaya nenek moyang pada zaman dulu, khususnya di Desa Nyurlembang,” ungkapnya.

“Ini juga sebagai ajang syukuran, semua program pekerjaan fisik tahun 2019 di Desa Nyurlembang selesai dikerjakan. Sehingga apa yang dicita-citakan bersama terlaksana dengan baik,” tambahnya.

Kepala desa dua priode itu menyebutkan bahwa usaha melestarikan budaya perlu dilanjutkan, karena setiap upacara keagamaan maupun adat masyarakat terdahulu selalu menggunakan dulang ganggas.

Ia menjelaskan, Berapek Dulang Ganggas memiliki makna yang sangat sakral, mulai dari cara atau adab makan dengan sopan dan rapi.

“Dulang ganggas dibuka rapi, selesaipun kembali dirapikan. Itu bentuk kebersamaan, tidak ada perbedaan,” ujarnya.

Untuk diketahui, even Festival Mini Berapek Dulang Ganggas merupakan satu even yang mewakili suku terbesar, yaitu auku Sasak yang mendiami Pulau Lombok. Menata atau dalam istilah Sasak ‘berapek‘ dulang, merupakan tradisi yang acap kali dilakukan dalam acara-acara budaya Suku Sasak seperti saat merarik (perkawinan), khitanan, khataman al-Qur’an, dan saat acara keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (red)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Diduga Lakukan Penipuan, Seorang WNA Asal Korea Ditangkap Polisi

Indonesia kini Punya Drone Elang Hitam Mirip Drone AS yang Bunuh Jenderal Iran