in

Warga yang belum vaksin di Kota Mataram akan dicari TNI/Polri dari rumah ke rumah

Doc. 'Serbuan Vaksin penanganan Covid-19 secara massal di wilayah Kodim 1620/Lombok Tengah', sampai ke desa (9/8/2021).

kicknews.today – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, bekerja sama dengan TNI dan Polri melakukan identifikasi warga yang sudah dan belum divaksin sebagai langkah mencapai target 100 persen warga setempat usia 12 tahun ke atas divaksin COVID-19.

“Data yang ada di kita, TNI dan Polri akan kita kompilasi sehingga kita bisa dengan mudah mengetahui siapa yang sudah divaksin dan belum,” kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Selasa (26/10).

Dia menjelaskan identifikasi warga itu akan dimulai setelah gerakan “Serbu Vaksin COVID-19” selesai dilaksanakan selama empat hari, 26-29 Oktober 2021, bekerja sama dengan tim dari TNI dan Polri, dengan stok 22.000 dosis untuk 22.000 sasaran.

“Setelah gerakan ‘Serbu Vaksin COVID-19’ selesai, kami telah menyiapkan skenario untuk pendataan bersama TNI/Polri kemudian mengompilasi data tersebut untuk memudahkan kegiatan vaksinasi sasaran,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat yang teridentifikasi belum divaksin akan dilayani melalui kegiatan vaksinasi dari rumah ke rumah warga.

Apabila ada warga yang wajib vaksin tetapi ternyata tidak bisa divaksin karena komorbid, termasuk kalangan lansia, lanjutnya, maka tim medis akan memberikan rekomendasi yang menyatakan warga tersebut tidak memenuhi syarat divaksin.

“Dengan demikian, kita akan mengeluarkan warga bersangkutan dari data wajib vaksin COVID-19, yang selama ini menjadi indikator penilaian,” kata Martawang.

Ia mengatakan langkah yang diambil Satgas COVID-19 Kota Mataram dalam upaya mencapai 100 persen vaksinasi COVID-19 melampaui batas normal satgas lain.

“Dengan demikian, kami yakin melalui percepatan ini apa yang menjadi target pemerintah, yakni terbentuknya kekebalan kelompok bisa terwujud sehingga terbentuk kehidupan yang aman dan nyaman dengan suasana era normal baru,” katanya.

Martawang menambahkan cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama untuk warga Kota Mataram per 24 Oktober 2021 sudah mencapai 91,52 persen atau 288.833 orang, dan 62,39 persen atau 196.880 orang untuk dosis kedua, serta 59 persen untuk vaksin lansia.

“Namun demikian, cakupan vaksinasi kini menjadi penilaian utama kabupaten/kota se-Indonesia. Karena itu, kita diminta terus tingkatkan kapasitas vaksinasi COVID-19,” katanya. (ant)

Editor: Dani

Laporkan Konten