in

Virus Covid-19 varian baru “Hantui” Lombok

Doc. Kampanye waspada corona Polres Sleman

kicknews.today – Virus Covid – 19 varian baru sudah masuk ke Bali, warga Pulau Lombok Provinsi NTB yang jadi daerah terdekat, disarankan waspada. Namun kewaspadaan itu mulai meningkat karena virus mulai menghantui, khususnya di daerah Lombok Tengah (Loteng).

Pemkab setempat pun menekankan pada masyarakat agar lebih waspada terhadap tiga varian baru virus Covid-19 belakangan ini mulai berkembang. Pasalnya, virus varian baru ini lebih cepat penularannya. 

Tiga varian virus Crona itu diantaranya, B.1.1.7 dari  sangat membahayakan.  Misal, untuk  B.1.1.7 ini lebih cepat menular dibanding varian lama hingga 70 persen. Gejalanya lebih khas ke batuk, nyeri tenggorokan dan nyeri otot. 

Selajutnya, B.1.617 yakni sesuatu mutasi ganda yang menularnya lebih cepat lagi. Bisa menghindar dari kekebalan tubuh. Bahkan, vaksin bisa jadi juga tidak mempan untuk virus tersebut. 

“Virus ini disinyalir lebih mematikan juga daripada virus lainya. Sebab virus ini lebih ganas,” katanya. 

Sementara, untuk varian B.1.351 yang pertama Afrika Selatan lebih infeksi dan menurunkan edukasi vaksin.

“Semua varian ini harus diwaspadai. Sebab memiliki beberapa karakteristik yang menyebabkan penularan lebih cepat,” ujarnya. 

Untuk mengatasi penyebaran virus varian baru ini, masyarakat harus lebih patuh dengan protokol kesehatan. Baik menggunakan masker, jaga jarak dan tetap mencuci tangan. Selain itu, penting juga untuk menggencarkan pelaksanaan vaksinasi yang sekarang sedang berlangsung. 

“Kami melihat kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan sudah semakin rendah sekali. Sehingga penyebaran virus Covid-19 pun belakangan ini semakin meningkat,” pungkasnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Loteng, H Lalu Sarjana memininta pada pemerintah daerah untuk lebih aktif kembali dalam mensosialisasikan protokol kesehatan ditengah masyarakat.

“Upaya Pemerintah telah maksimal, perlu ditingkatkan. Yabg penting sekali ditingkatkan kembali, karena kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan itu sudah minim,” pungkasnya. (ade)

Editor: Dani

Laporkan Konten