in

Tes Usap Acak Massal di Mataram akan Sasar Kantor hingga Fasilitas Publik

Kegiatan patroli skala besar pendisiplinan protokol kesehatan COVID-19, sekaligus tes usap (swab test) antigen untuk pekerja dan mengunjung beberapa tempat hiburan di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (30/1)

kicknews.today – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggencarkan tes usap antigen COVID-19 secara massal, baik di perkantoran maupun fasilitas publik dengan target sasaran 3.000 sampel secara acak.

“Saat ini kami sedang melatih 26 petugas tes usap antigen COVID-19, yang akan kita turunkan pekan depan untuk mengambil sekitar 3.000 sampel dari masyarakat secara acak, baik yang berada di perkantoran maupun di fasilitas publik,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra di Mataram, Kamis (4/2).

Ia mengatakan pelaksanaan kegiatan tes usap antigen COVID-19 digencarkan untuk mengejar target agar Mataram keluar dari zona oranye (risiko sedang) menjadi zona hijau COVID-19.

“Untuk mencapai target itu, apapun risikonya akan kita terobos,termasuk anggaran, penyiapan reagen, petugas serta kebutuhan lainnya,” katanya.

Untuk ketersediaan reagen, menurutnya, sejauh ini tidak ada masalah, sehingga berapapun sampel yang akan diambil dan reagen yang dibutuhkan, pihak RSUD Mataram siap.

“Sekarang kita memiliki sekitar 3.000-an reagen, untuk kegiatan tes usap antigen COVID-19 massal pekan depan,” katanya.

Untuk pekan ini, lanjut dr Jack (sapaan akrab dr Lalu Herman Mahaputra), telah disiapkan 1.100 reagen, yang disebar melalui 11 puskesmas se-Kota Mataram.

Sebab, kegiatan pengambilan sampel melalui tes usap antigen dilakukan bekerja sama dengan 11 puskesmas di enam kecamatan se-Kota Mataram.

“Jadi satu puskesmas ditarget melakukan tes usap antigen terhadap 100 orang di tempat berbeda,” katanya.

Kegiatan tes usap antigen secara massal, baik di lingkungan perkantoran maupun fasilitas publik, dimaksudkan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 melalui praktik 3T (tracing, testing, treatment). (ant)

Editor: Dani

Laporkan Konten