in

Ribuan Pekerja di Tiga Gili Divaksin Covid-19

Para pekerja yang berada di Kawasan pariwisata tiga gili (trawangan, meno, dan air) menjalani vaksinasi pada Kamis (25/3).

kicknews.today – Para pekerja yang berada di Kawasan pariwisata tiga gili (trawangan, meno, dan air) menjalani vaksinasi pada Kamis (25/3). Berlokasi di Puskesmas Nipah sejumlah karyawan dari hotel, restoran, penginapan sejenis berbondong-bondong datang. Tercatat jumlahnya pun tidak sedikit. Demikian diungkapkan salah seorang pelaku pariwisata Acok Zani Bassok saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, vaksinasi ini sudah berjalan sejak tiga hari belakangan yang mana pihak manajemen hotel atau dari pihak pengusaha tersebut cukup antusias menyambut program anjuran pemerintah ini.

Acok yang juga merupakan owner dari Sama-sama Ragae Bar tersebut mengaku terdapat kurang lebih 400 pengusaha yang ikut ambil bagian dan sekitar seribu karyawan di tiga gili yang mendapatkan vaksin.

“Karena ini sudah dijadwalkan oleh pemerintah makanya kami ikuti. Sebab ini wajib, ditengah pandemi begini vaksin inilah kita harap bisa memutus mata rantai covid,” ungkapnya.

Dijelaskan, banyak pegawai yang bekerja di pulau tidak melulu warga asli Lombok Utara. Sebagian ada yang datang dari Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Lombok Timur.

Oleh karena itu langkah antisipasi dengan penerapan tes swab berbasis antigen idealnya diperkuat dengan vaksin tersebut. Pihaknya mengimbau supaya pengusaha pengusaha lain baik di pulau dan di darat yang notabene belum memberlakukan vaksin bagi pegawainya untuk segera.

“Kita dorong agar para pekerja kita juga bebas dari korona. Ini sudah jadi perintah pemerintah yang memang harus kita dukung, hari ini saja tidak hanya karyawan saya tetapi banyak dari karyawan hotel lain juga datang,” jelasnya.

Meski saat ini belum ada ditemukan kasus covid-19 yang justru diidap oleh masyarakat di pulau, disebutnya bukan berarti tiga gili kebal akan virus tersebut. Terlebih dengan menurunnya tingkat kunjungan dan sejalan dengan adanya vaksinasi secara bertahap merupakan momen yang tepat guna mempersiapkan kondisi pariwisata sebelum dibuka kembali setelah pandemi selesai.

“Di tiga gili itu sampai sekarang belum ada. Tapi kita tetap waspada saja. Karena ini juga sebagai prosedur kalau daerah kita ingin dikunjungi banyak tamu,” katanya.

Menyangkut intensitas kunjungan khususnya di Gili Trawangan, Basok yang juga merupakan mantan seorang guide tersebut mengaku tingkat kunjungan jelas menurun. Kendati belakangan sudah ada peningkatan namun mayoritas merupakan wisawatan nusantara (wisnu). Untuk menggeliatkan kembali pariwisata tentu pihaknya berpikir menggelar sejumlah event namun harus tetap di back up oleh pemerintah.

“Kalau pemerintah mau kenapa tidak, kami siap bantu. Tapi persoalannya sekarang pandemi izin untuk mengumpulkan orang dengan jumlah banyak jelas sulit, makanya kita lihat saja. Kita ingin agar pariwisata KLU ini ada gaungnya setelah pandemi,” pungkasnya.(iko)

Editor: Dani

Laporkan Konten