in

Kader Posyandu jadi unjung tombak penangkal TBC di Mataram

Acara live podcast inSPIRASI

kicknews.today – Selain memberikan pengetahuan tentang bahaya Covid-19. Kader Posyandu di 11 Puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Mataram juga mengantisipasi penyeberan kuman atau wabah Mycobacterium tuberculosis atau TB.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dikes Kota Mataram I Dewa Made Muditha mengatakan, fungsi kader Posyandu di Mataram sangat penting.

Selain memberikan pengetahuan tentang Covid-19, seluruh kader di Mataram sebagai ujung tombak dalam menekan kasus TB di Mataram.

“Kita sangat berterima kasih kepada semua kader telah membantu kami dalam memberikan edukasi ke masyarakat tentang bahaya TB di tengah masyarakat Kota Mataram,” kata Made, Selasa (30/3).

Selain konsen menangani kasus Covid-19 kata Made, penyakit TB juga sangat perlu diantisipasi. Karena, gejala Tab akan menimbulkan efek batuk yang berlangsung lama.

“Kita juga sudah bekali seluruh kader saling sinergi, program eliminasi TB di Mataram terus kita lakukan,” katanya.

Selain itu jelas dia, jika ada warga Mataram yang mengalami batuk berkepanjangan, jangan pernah pinta Made takut berkunjung ke Puskesmas.

“Seperti kasus Covid-19. Ada pernah kejadian. Pasien meninggal karena terlambat ke faskes,” katanya.

Diakui Made, sebagaian kader kita ekonomi tidak terlalu baik.

“Kita coba bantu. Kader adalah aset. Jiwa pengabdian ini yang tidak bisa tergantikan,” kata Made.

Salah satu Kader Puskesmas di Cakranegara Novita Sari mengatakan banyak masyarakat Mataram yang antusias dengan sosialisasi tentang bahaya TB.

Selain sosialisasi kata Sari, semua kader butuh bantuan motivasi untuk masyarakat terkait bahaya TB.

Direktur Inspirasi NTB, Nurjanah pun menyoal tentang profesi kader di kota Mataram.

Selama ini kata Janah, kader adalah orang yang dipilih dari dinas Kesehatan Kota Mataram. Namun kata dia mengkritik, siapapun yang memiliki niat dan jiwa peduli seharusnya bisa menjadi kader.

“Siapapun bisa menjadi kader. Karena kita tahu kader ini adalah ujung tombak bagi masyarakat,” pungkasnya. (Vik)

Editor: Dani

Laporkan Konten