in

Gugus Tugas Klarifikasi Kasus Positif Covid-19 Danrem 162/WB dan Kadikes Mataram usai Vaksin

Komandan Korem 168/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H Usman Hadi

kicknews.today – Komandan Korem 168/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H Usman Hadi terkonfirmasi positif Covid-19 usai mendapat vaksinasi tanggal 14 Januari 2021 lalu.

Menurut data tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Provinsi NTB, Danrem NTB terkonfirmasi positif Covid-19 pada tanggal 21 Januari 2021.

Sedangkan menurut data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Kota Mataram, Kadikes Kota Mataram terpapar Covid-19 pada tanggal 22 Januari 2021.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi NTB, I Gede Dewa Oka Wiguna menyebutkan, sejauh ini, Vaksinasi yang diberikan kepada Danrem NTB belum bekerja maksimal.

Mengingat kata Gede, Vaksin Sinovac dapat bekerja maksimal jika diberikan selama dua kali dalam periode 28 hari.

“Semestinya diberikan dua kali. Tapi kita tahu vaksinasi tahap kedua belum dilakukan. Jadi Vaksin Sinovac ini belum bekerja maksimal,” katanya, Selasa (26/1/2021).

Jika melihat waktu Vaksinasi kata Gede, kinerja Vaksin Sinovac tahap pertama baru bekerja 65,5 persen di dalam tubuh manusia sejak disuntikkan. Melihat waktu terpapar Covid-19 lanjut Gede, Danrem NTB terpapar setelah 7 hari usai mendapat Vaksin Sinovac.

“Jadi posisi Danrem belum mendapatkan antibodi secara maksimal usai divaksin. Jadi ada sisa 21 hari, barulah vaksin ini akan bekerja maksimal di dalam tubuh manusia,” kata Gede.

Selain itu, kasus pasien positif Covid-19 di Kota Mataram selama sepekan terakhir menunjukkan lonjakan hingga 339/1000 kasus.

“Artinya kasus di Mataram masih tinggi. Jadi inilah salah satu faktor mudahnya penyebaran di Mataram. Di satu sisi kasus tinggi, Vaksinasi belum bekerja maksimal,” papar Gede.

Sedangkan, Tim Juru Bicara Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suandiasa membenarkan jika Kadikes Kota Mataram terpapar Covid-19 usai 8 hari mendapat Vaksinasi.

“Antibodi beliau belum bekerja usai divaksin tanggal 14 Januari kemarin. Jadi bisa saja terpapar,” kata Nyoman.

Sejauh ini, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Kota Mataram telah melakukan tracing contact Kadikes Kota Mataram.

“Kondisi beliau menunjukkan kondisi membaik sejak terpapar hari Jumat 22 Januari lalu. Kita juga akan lakukan contact tracingnya,” jelas Nyoman.

Hingga tanggal 25 Januari 2021, jumlah pasien positif Covid-19 di Mataram capai 1.701 pasien. Untuk pasien masih dalam tahap perawatan sebanyak 243 pasien.

“Pasien yang sembuh cukup tinggi capai 1.355 pasien. Sedangkan yang meninggal dunia hingga saat ini capai 103 pasien,” pungkas Nyoman.(Vik)

Editor: Dani

Laporkan Konten