in

Data terbaru kasus Covid-19 di NTB

Data Covid 19

kicknews.today – Pemerintah Republik Indonesia mengumumkan 4.106 kasus positif baru Covid-19 tanggal 15 November 2020 dengan Total: 467.113 Kasus aktif: 59.911 (+146) Sembuh: 391.991 (+3.897) Meninggal dunia: 15.211 (+63).

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri tercatat ada penambahan sebanyak 14 kasus. Demikian data dilaporkan situs kawalcovid19.id terakhir.

Dalam data tersebut, tercatat jumlah orang yang dites sebanyak 3.313.590 (+25.396, 16,17% positive rate) dengan Spesimen: 5.055.488 (+32.861), Suspek: 63.380 (+1.405).

Sebaran 4.106 kasus baru itu berada di Jakarta 1.165, Jateng 1.071, Jabar 309- Jatim 217, Sumbar 213, Kaltim 206, Riau 163, Banten 159, Sumut 84, Sulsel 75, Kalsel 74, Bali 60, Kalteng 50, Aceh 49, Sulut 49, Sumsel 44, Kaltara 20, Jambi 16, NTB 14, Lampung 14, Maluku 14, Kalbar 13, Bengkulu 11, DIY 7, Malut 4, Sulbar 3, dan Sulteng 2.

Dari data Pemerintah Provinsi NTB pada rilis resminya menerangkan, saat ini telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Bima, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir sebanyak 270 sampel dengan hasil 219 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 51 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hari ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4306, an. AHA, laki laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Dengan adanya tambahan 51 kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (15/11/2020) sebanyak 4.447 orang, dengan perincian 3.646 orang sudah sembuh, 235 meninggal dunia, serta 566 orang masih positif. (red.)

What do you think?

Chief Everything Officer

Written by Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Bumil mual hingga nyeri sendi, ini bahan herbal yang bisa dikonsumsi

BMKG ungkap penyebab panas terik di Bima dan Sumbawa