in

Dapat giliran Vaksin, Kejari Lombok Tengah ngaku serasa Suntik biasa

Kepala Kejaksaan Negeri Loteng saat divaksin

kicknews.today – Ribuan Tenaga Kesehatan (Nakes) dan sejumlah Kepala Forkopimda di Lombok Tengah mulai disuntikan vaksin sinovac covid-19, Rabu 3/1). Setelah divaksin, para pejabat tersebut tidak merasakan ada gejala aneh atau merasa seperti disuntik biasa.

“Rasanya seperti disuntik biasa,” ujar Kepala Kejaksaan Lombok Tengah, Otto Sampotan selesai menerima vaksinasi di kantor Bupati setempat.

Setelah disuntikan vaksin dan menunggu selama 30 menit sesuai, dirinya juga tidak merasakan ada gejala yang aneh, baik itu pusing maupun gejala lainnya.

“Tidak ada gejala. Warga jangan ragu dengan vaksin ini, tidak ada seperti isu yang beredar,” katanya.

Hal yang sama dikatakan, Wakil Ketua I DPRD Lombok Tengah, H Lalu Achmad Rumiawan mengatakan, bahwa setelah divaksin dirinya tidak ada merasakan sesuatu yang aneh. Karena dirinya menyambut dengan bahagia dan menyakini bahwa vaksin tersebut aman.

“Seperti disuntik biasa. Saya sambut dengan gembira,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr Muzakir Langkir mengatakan, Pemerintah telah menetapkan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai bencana non alam. Selain berdampak terhadap sistem kesehatan, pandemi СOVID-19 juga memberi dampak besar bagi sektor ekonomi, sektor sosial, sektor pariwisata dan pendidikan.

“Sampai dengan 1 Februari 2021 sebanyak 390 kasus konfirmasi COVID-19 telah dilaporkan di Lombok Tengah dan tercatat sejumlah 18 orang meninggal dunia,” ujarnya saat acara pencanangan vaksinasi di ruang rapat utama kantor Bupati setempat, Rabu (3/2).

Sementara itu tingkat kerentanan masyarakat semakin meningkat yang disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

Oleh karena itu, perlu segera dilakukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan.


“Namun juga diperlukan intervensi lain yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit, yaitu melalui upaya vaksinasi,” katanya.

Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi atau penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herdimmunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

“Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah,” jelasnya.

Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan setelah ada fatwa MUI nomor 02 tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciences co.ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) dan Keputusan Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) RI yang telah memberikan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Dalam upaya peningkatan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata diperlukan proses
perencanaan yang komprehensif. Proses perencanaan dimulai dengan pendataan sasaran melalui
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) di mana sampai dengan tanggal 1 Februari 2021.

“Tercatat sebanyak 2.814 orang tenaga kesehatan telah teregistrasi pada SISDMK. Data ini terus ter-update setiap 2 (dua) hari sekali seiring dengan bertambahnya tenaga kesehatan yang melakukan registrasi,” jelasnya.

Pendataan juga dilakukan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan pelaksana vaksinasi Covid-19 di mana telah ditetapkan sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Fasyankes pelaksana vaksinasi Covid-19, yaitu terdiri atas 28 (dua puluh delapan) Puskesmas se-wilayah Kabupaten Lombok Tengah ditambah dengan RSUD Praya, RSI Yatofa, Rumah Sakit Cahaya Medika, Klinik Pratama Polres Loteng dan Klinik Mujur Medical Center.

“Itu yang ditetapkan melalui SK Kepala Dinas Kesehatan nomor 129 tahun 2020,” katanya.

Perhitungan kebutuhan vaksin dan logistik ditetapkan secara top down oleh pemerintah pusat dengan merujuk pada data sasaran yang teregistrasi pada SISDMK yang terintegrasi dengan sistem informasi satu data vaksinasi Covid-19.

“Vaksin Sinovac dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 5.880,” jelasnya.

Direktur RSUD Praya itu juga menjelaskan, pada tanggal 31 Januari s/d 2 Februari 2021, Dinas Kesehatan telah melakukan pendistribusian vaksin kepada 31
Fasyankes pelaksana vaksinasi Covid-19 sebanyak 5.216 vial.

“Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan secara bertahap yaitu, Tahap 1 (Januari-April 2021) dengan sasaran tenaga kesehatan. Tahap 2 (Januari-April 2021) dengan sasaran petugas pelayanan publik dan usia lanjut. Tahap 3 (April 2021- Maret 2022) dengan sasaran masyarakat rentan dari aspek geopasial, sosial
dan ekonomi. Tahap 4 (April 2021- Maret 2022) dengan sasaran masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

“Pelayanan vaksinasi secara serentak pada tanggal 3 Februari 2021,” pungkasnya.

Kegiatan pencanangan vaksinasi Covid-19 tersebut dihadiri Pjs, Sekda Lombok Tengah, Idham Halid, Kapolres, Damdim, Ketua Pengadilan Negeri Praya, Kepala Kejaksaan Lombok Tengah dan sejumlah Nakes. (Ade)

Editor: Dani

Laporkan Konten