in

8.000 warga Lombok Utara selesai disuntik vaksin

saat konfrensi pers

kicknews.today – 8.000 warga di Kabupaten Lombok Utara telah terima vaksin. Jumlah ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Utara dr. Lalu Bahrudin, saat melakukan saat konfrensi pers Jumat (30/4).

Sejak Februari 2021 pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara menggalangkan vaksinasi kepada seluruh masyarakat. Bahkan Pemkab kehabisan stok, lantara banyak warga yang antusias mengikuti vaksinasi.

“Ketersediaan stok vaksin saat ini nol karena sudah kita distribusikan semua. Sampai sekarang vaksinasi tetap jalan, kita sudah komunikasi dengan Provinsi dengan harapan supaya vaksinasi ini tidak terputus,” ungkapnya.

Baharudin menrincikan, sebelumnya Pemkab menerima 2.560 vaksin untuk vaksin tahap pertaman. Adapun yang menjadi target daripada pelaksanaan vaksin yaitu tenaga kesehatan (nakes), pelayanan publik, guru, pelaku wisata, hingga lansia.

Melanjutkan, proses pemberian dosis pertama ditunjukan bagi para tenaga medis sebanyak 1.290 orang. Setelah habis, Pemkab lalu menerima sebanyak 5.751, lansia 781, dan guru tercatat 605, sehingga untuk vaksin tahap pertama sebanyak 8.427.

Sementara pemberian vaksin tahap ll mengalami penurunan jumlah. Tercatat 1.239 nakes , 2.464 pelayanan publik, 67 lansia, dan 135 guru dengan keseluruhan 3.905 orang.

“Kami sangat komitmen memang dari 230 ribu jiwa warga yang sudah mendapat vaksin baru segitu. Ini tidak lepas dari keterbatasan anggaran, jika berbicara anggaran saya kira TAPD lebih tepat. Sebab kami mau mau saja misalnya diberikan miliaran rupiah fokus untuk penanganan ini,” jelasnya.

Menambahkan Tim Vaksinator Covid dr. Faridatun Hasanah sebagai perwakilan RSUD Lombok Utara menuturkan, selain Puskesmas, dan Rumah Sakit pelayanan vaksin juga dilakukan di Hotel Medana Bay Marina dan kantor Samsat, sedangkan jumlah orang yang divaksin oleh pihak Rumah Sakit rupanya justru jauh dari harapan yang hanya berkisar kurang lebih 2 ribu orang.

“Ini tidak lepas dari sasaran pada awalnya belum semua mau divaksin dan sulit mengumpulkan lansia untuk menuju tempat vaksinasi. Namun kami tetap berusaha memberikan yang terbaik,” terangnya.

“Adapun gejala pasca vaksin yang sering dialami Sebagian besar nyeri, ngantuk, lapan dan Sebagian kecilnya merasa demam dan meriang,” imbuhnya.(iko)

Editor: Nurul

Laporkan Konten