Banyak yang Hamil Usia Dini di Mataram Datangi Puskesmas

2 min


153 shares
Ilustrasi remaja hamil usia dini

kicknews.today – Usia remaja rentan dengan risiko kesehatan. Dibuktikan dengan banyaknya kunjungan ke Puksesmas di Kota Mataram, salah satunya Puskesmas Tanjung Karang Ampenan. Dari 1139 kunjungan, 19 remaja mengaku hamil.

Banyaknya kunjungan dari kalangan remaja dengan berbagai keluhan itu, membuat pihak Puskesmas setempat membuat kebijakan penanganan khusus dengan membentuk kelas remaja. Setiap kasus yang masuk, jadi bahan evaluasi untuk penanganan.

“Dari 1.139 kunjunganitu, 19 orang masuk dalam kategori hamil usia dini. Latar belakang (kehamilan) kita tidak dalami, tapi yang kita tangani bahwa ada masalah di remaja kita,” kata Lalu Budiawan. SKM., MM., saat menjadi narasumber di workshop penguatan layanan PKPR di dalam Gedung dan Pembentukan Forum Tenaga Kesehatan. Kegiatan difasilitasi PKBI Daerah NTB di Hotel Grand Madani, Jumat-Sabtu (23-24/3).

Remaja hamil yang datang ke Puskesmas yang dipimpinnya itu berusia antara 10 sampai 19 tahun. Dengan usia itu menurutnya sangat rentan terhadap risiko. Sehingga tanpa perlu tahu tentang latar belakang, apakah sudah menikah atau belum. Tapi dipastikannya remaja yang datang ke kelas tersebut harus diberikan pendampingan kesehatan, untuk mengurangi risiko.

“Kalau HB-nya rendah, kita tangani juga organ reproduksinya, kita intinya tekan risikonya sampai dia melahirkan,” kata dia sembari menambahkan dari banyaknya kunjungan kalangan remaja itu, pihaknya mengevaluasi dari beberapa temuan kasus.

Selain kehamilan di usia remaja, masalah pada organ reproduksi juga diterima keluhannya. Seperti infeksi saluran reproduksi sampai urusan menstruasi.

Tidak saja dalam masalah dengan remaja, pihaknya juga menemukan orang tua yang sama sekali tidak paham dengan pertumbuhan remaja putrinya.

Orang tua tersebut konsultasi tentang putrinya yang masih remaja dengan keluhan pusing, mual-mual, muntah, tidak ada nafsu makan.

“Artinya kita harus inovasi. Mungkin selama ini kita terlalu jauh melebar, tidak menyentuh edukasi pada orang tua. Sehingga kita pendampingan untuk usia sebaya namanya,” ujarnya.

Senada dengan Budiawan, Koordinator Posyandu Remaja di Sekotong, Lombok Barat Dewi Fitriani, juga menemukan masalah yang sama pada remaja di sekitar daerah tersebut.

Menyikapi temuan itu, timnya melakukan pendampingan kepada remaja putri yang masih usia sekolah tersebut.

“kita dampingi agar psikologinya tetap stabil, agar tidak terpengaruh pada kandungannya,” katanya.

Dalam kasus seperti ini sifatnya tertutup. Remaja putri yang hamil tidak diinginkan akan mendatangi posyandu, sehingga timnya melakukan jemput bola. (red)


Like it? Share with your friends!

153 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend