in

1.000 orang di Mataram setiap Minggu akan dites Usap Acak, mulai dari para PS di tempat hiburan

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan swab antigen kepada sejumlah pengunjung di lokasi hiburan malam di Kota Mataram mulai Sabtu (30/1)

kicknews.today – Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram memperbanyak tes usap antigen secara acak dan bersifat masif dengan melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung tempat hiburan malam untuk mencegah penyebaran COVID-19 di kota itu.

Sejumlah tempat hiburan yang disisir oleh tim gabungan yang melibatkan TNI/Polri, di antaranya karaoke Hotel Bidari, Lombok Plaza Karaoke, Kingsman Resto and Longue hingga Djembank Cafe.

Dirut RSUD Kota Mataram yang juga anggota Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra di Mataram, Minggu (31/1), mengatakan dari empat lokasi itu tercatat ada 102 orang (pegawai dan pengunjung) telah dilakukan tes usap antigen secara acak.

“Hasilnya, termasuk para Partner Song (PS) yang juga dilakukan tes usap antigen acak, umumnya mereka negatif,” kata dr H Lalu Herman Mahaputra saat dihubungi melalui telepon.

Lalu Herman Mahaputra yang karib disapa dokter Jack itu mengatakan kegiatan tes usap antigen telah dilakukannya sejak tiga pekan lalu. Dari lima Tim PSC RSUD Kota Mataram yang sudah diterjunkan dan menyasar 150 orang warga Mataram itu, sejatinya fokus utamanya adalah bagaimana protokol kesehatan COVID-19 harus dipatuhi dan dikedepankan oleh siapapun.

“Pokoknya, saya akan ‘all out’. Insya Allah, target saya ada 1.000 orang setiap minggunya yang sudah kita tes usap antigen,” ujarnya.

Dokter Jack menegaskan semakin banyak warga yang menjalani tes, akan lebih mudah untuk mendeteksi jika ada warga yang terkonfirmasi positif. Hal ini otomatis akan ada tindakan medis yang diberikan. Selain itu, upaya memperoleh hasil tes juga dipersingkat agar penularan tidak semakin menyebar.

“Mereka akan menjalani protokol yang telah ditetapkan, baik dirujuk di rumah sakit maupun menjalani karantina mandiri secara ketat di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Selain itu, lingkungan sekitar juga akan menyesuaikan dengan lebih memperketat jarak fisik antarwarga. Dengan demikian, upaya memutus mata rantai penularan menjadi lebih efektif,” ucapnya.

Dokter Jack menuturkan semakin cepat pemerintah melakukan tes usap secara massal, upaya penanganan akan lebih cepat dapat dilakukan. Apalagi, jumlah warga yang terpapar COVID-19 masih fluktuatif, angkanya cenderung bertambah. Untuk itu, warga diminta tetap waspada dan disiplin terhadap protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

“Untuk menyasar target seribu per minggu itu, saya sudah menyiapkan 3 ribu reagen. Pokoknya enggak peduli hujan, saya akan berbuat yang terbaik agar kasus COVID-19 ini bisa ditekan hingga bisa mencapai jumlah minimal alias nggak ada lagi,” katanya.

Terkait strategi agar zona orange di Mataram bisa menuju kuning dan kembali ke zona hijau, dokter Jack mengaku hanya ada satu cara, yakni bagaimana antara Pemprov NTB dan pemda kabupaten/kota bisa terus bersinergi.

Untuk itu, ia telah meminta izin pada Tim Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi NTB untuk bisa menyasar semua perkantoran milik BUMN dan instansi vertikal agar pelaksanaan tes usap antigen secara acak bisa dilakukan pada karyawan dan ASN di perkantoran tersebut.

“Saya enggak main-main, apapun kata orang saya akan jalan terus melakukan tes usap antigen itu. Termasuk, besok kita mulai menyasar 80 orang karyawan TVRI NTB setelah sebelumnya karyawan PDAM Menang Mataram,” ucapnya.

Dokter Jack mengharapkan agar pola yang kini dilakukannya juga dilakukan oleh Satgas COVID-19 di daerah masing-masing. Tracing masif perlu kerja keroyokan, sehingga mereka yang terpapar virus corona dengan adanya kontak erat akan bisa cepat dideteksi.

“Jadi, kalau Kota Mataram saja yang melakukannya, sedangkan Lombok Barat dan Lombok Tengah enggak, kita khawatir kerja kita menekan laju penyebaran COVID-19 akan sia-sia. Di sinilah, kerja serentak dan kebersamaan, bagaimana strategi mengepung virus ini bisa dilakukan secara bersama-sama,” katanya. (ant)

Editor: Dani

Laporkan Konten