kicknews.today – Dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), harga tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di NTB ikut naik. Kenaikan tarif berkisar 15 sampai 20 persen.
“Untuk tarif tujuan Mataram-Bima dari harga Rp200 ribu per orang kini jadi Rp230 sampai Rp240 ribu per orang,” jelas Petugas Lapangan Bus Tiara Mas, Munawar di Terminal Mandalika, Kota Mataram, Senin (5/9).

Kenaikan tarif bus katanya, merupakan kebijakan dari semua perusahaan bus, mengingat tingginya harga solar sejak Sabtu (3/9). Awalnya, solar dibanderol Rp5.150 per liter dan kini menjadi Rp 6.800 per liter.
“Soal harga tiket ini inisiatif dari perusahaan bus, meski belum ada kebijakan tarif dari pemerintah,” katanya.
Pemasangan tarif baru ini kata Munawar berlaku sejak Minggu (4/9) dan sudah dipertimbangkan. Selain kebutuhan solar meningkat, harga ban bus juga ikut naik dari Rp4,5 juta jadi Rp5,1 juta per buah.
Belum lagi ongkos sewa kapal very di penyebrangan Kayangan-Tano, biaya makan penumpang dan lain-lain suatu saat pasti ikut naik.
“Paling tidak minimal 20 penumpang baru dapat untung, karena sekali jalan itu dibutuhkan sekitar Rp2,5 hingga Rp3 juta,” jelas Munawar.
Meski ada perubahan tarif, tidak ada komplain dari penumpang. Rata-rata mereka mengerti akibat naiknya harga BBM.
“Sudah sewajarnya harga tiket naik, asalkan tidak terlalu signifikan,” kata Dayat, penumpang asal Dompu. (jr)


