kicknews.today – Jumlah pengrajin gerabah di Masbagik Timur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus berkurang. Bahkan kini jumlahnya tersisa separuh yakni, sekitar seribu pengrajin.
Untuk membangkitkan kembali kejayaan kerajinan gerabah, digelar festival dengan menghadirkan para perajin gerabah. Dengan kesederhanaan peralatannya para pengrajin antusias mengikuti festival tersebut. Hal tersebut merupakan pertanda baik bagi perekonomian masyarakat di Masbagik.

“Banyaknya penyelenggaraan festival di Lotim beberapa waktu terakhir, termasuk festival gerabah ini selalu ada keramaian di wilayah Gumi Patuh Karya. Tentu ini menandakan bangkitnya perekonomian masyarakat Lotim,” ujar Bupati Lombok Timur, H M Sukiman Azmy ketika di lokasi Festival Gerabah, Minggu (28/8).
Sukiman juga inginkan agar masyarakat terus berupaya untuk memajukan kerajinan gerabah. Tidak saja melalui pelibatan dalam pameran, tetapi juga menjembatani dengan pemasaran secara digital.
Kendati demikian diakui hasilnya belum seperti yang diharapkan semua pihak. Karena itu, ia meminta dukungan Pemda Provinsi NTB, utamanya untuk mendukung permodalan dan pemasaran.
Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah ketika menghadiri festival tersebut mengingatkan Dinas Perdagangan, baik provinsi NTB maupun Kabupaten Lotim untuk membuka pasar, juga melakukan pendefinisian ulang terhadap gerabah. Menurutnya pendefinisian atau pemaknaan yang keliru akan berdampak pula terhadap teknik pemasaran, target, dan aspek-aspek lainnya. Karena itu ditegaskannya pemaknaan ini menjadi sangat penting.
“Saya berharap adanya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Harus dipertimbangkan pula perubahan cara masyarakat beraktivitas sebagai dampak kemajuan teknologi komunikasi,” ujarnya.
Gubernur Zul juga mengingatkan kesuksesan sebuah event, termasuk festival yang diselenggarakan ini akan tercermin dari peningkatan penjualan.
“Sehingga tidak hanya dapat ramainya saja,” pungkasnya. (cit)


