kicknews.today – Seorang joki cilik terjatuh saat menunggangi kuda pada event pacuan kuda Wakil Walikota Cup 2022 di arena pacuan Desa Panda, Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Selasa (11/10). Joki yang belum diketahui namanya tersebut terjatuh saat memacu kuda milik Gubernur NTB bernama James Bond.
Insiden naas itu direkam salah satu penonton hingga viral di media sosial. Video berdurasi 20 detik itu awalnya diunggah oleh pemilik akun Facebook Yahya Natsir.

Dalam video tersebut, tampak joki yang masih berusia anak-anak, bergelantungan di leher kuda yang melaju. Joki anak itu sempat jatuh ke tengah arena pacuan kuda, namun dia masih kuat bergantungan dan keluar arena.
“Kalembo ade (sabar) James Bond, kasian joki-nya sampai bergantungan seperti itu,” tulis pemilik akun Yahya Natsir dalam unggahannya.
Seorang penonton lain, Sahwan membenarkan insiden itu. Kejadian berawal saat kuda kelas F star bersama kuda-kuda lain. Namun di tengah arena joki tidak mampu menahan laju kuda hingga joki bergelantung dan keluar arena.
“Kabarnya, sang joki tidak kenapa-kenapa,” kata Sahwan, Kamis (13/10).
James Bond kata dia, merupakan kuda juara milik Gubernur NTB. Setiap event pacuan, jadi langganan juara.
“Setiap pacuan kuda Gubernur NTB gak ada lawan. Larinya cepat sekali. Kalau tidak mahir, pasti jokinya bisa jatuh,” katanya.
James Bond milik gubernur NTB merupakan kuda kelas tertinggi dalam pacuan. Karena masuk kelas kuda besar, jokinya berusia 12 tahun.
Kejadian itu ditanggapi Koalisi Stop Joki Anak, Yan Mangandar. Dia menyebutkan, kejadian tersebut adalah sebuah kesalahan fatal Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) NTB dan Wali Kota Bima selaku penyelenggara.
“Ini termasuk praktik eksploitasi anak karena menempatkan joki cilik dalam posisi berbahaya. Peristiwa tersebut juga dinilai sebagai sebuah tindakan melanggar SE Wali Kota Bima sebelumnya mengenai batas usia joki pacuan kuda,” sesalnya.
Untuk itu, ia mendesak Polda NTB dan Komnas HAM RI menghentikan serta mengevaluasi pacuan kuda Wali Kota Bima Cup 2022.
“Kami menuntut agar lomba pacuan kuda Walikota Bima Cup 2022 dihentikan. Polda NTB dan Komnas HAM RI segera turun memeriksa pelaksanaan lomba pacuan kuda di Pulau Sumbawa yang sebelumnya sudah dinyatakan eksploitasi anak oleh Kemen PPPA dan KPAI,” kata Yan Mangandar. (jr)


