in

Humas Konsulat Amerika Serikat ingatkan pentingnya jurnalisme data

Workshop virtual yang dilaksanakan oleh humas konsulat Amerika

kicknews.today – Humas Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Angie Mizeur memberikan ultimatum tentang pentingnya penguasaan jurnalisme data bagi profesi jurnalis di tengah Pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan, Angie Mizeur pada Pelatihan Data and Computational Journalism (DCJ) Workshop and Conference, yang didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Surabaya melalui virtual, Sabtu (1/5) kemarin.

Pada pelatihan DCJ jurnalisme data dan komputasi untuk peliputan Covid-19. Semua peserta baik jurnalis, dosen, dan mahasiswa jurnalistik di Makassar, Lombok, Bali, dan sekitarnya diharapkan mampu menguasai jurnalisme data untuk mengkritisi kebijakan pemerintah.

Dari dari 31 peserta ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta untuk menganalisis data secara lebih kritis dan akurat guna menjelaskan realita pandemi secara lebih baik.

“Sangat penting bagi para jurnalis mempelajari jurnalisme data menggunakan alat teknologi. Kami dari praktisi jurnalisme AS dan alumni AS, siap membantu para jurnalis untuk bisa memberikan informasi lebih menarik menggunakan visualisasi data terutama pemberitaan selama pandemi Covid-19,” ujar Angie.

Dikatakan Angie, jurnalisme data akan membuat para pembaca bisa lebih memahami dan melihat data lebih baik. Di samping itu, jurnalis juga bisa membagikan ilmu tentang jurnalisme data kepada jurnalis lainnya di wilayah Indonesia Timur.

“Pelatihan ini juga mengeratkan relasi antara Indonesia dan AS,” kata Angie.

Saat pandemi Covid-19, jurnalis memiliki peran penting dengan memberikan informasi situasi terkini.

Seperti data kasus Covid-19, kebijakan pemerintah, tanggapan masyarakat, temuan ahli medis, analisis di bidang kesehatan dan masih banyak lagi kepada publik.

Terlebih lagi, munculnya berbagai data terkait Covid-19, baik dari pemerintah maupun lembaga non-profit (LSM) dapat membantu jurnalis untuk menghasilkan pemberitaan yang lebih baik dengan memberikan analisis mendalam dalam bentu jurnalisme data.

“Minimnya pengetahuan tentang jurnalisme data membedakan data dengan format benar dan tidak juga menghambat jurnalis untuk memahami dan mengolah data dari narasumber. Oleh karena itu, DCJ menyadari pelatihan sangat penting bagi jurnalis,” katanya.

Project Officer DCJ 2021, Utami Diah Kusumawati mengatakan DCJ bertujuan untuk membekali wartawan dengan keterampilan dan pengetahuan yang luas untuk menangani dan meminimalkan kesalahan atau disinformasi sebelum, selama, dan setelah pandemi Covid-19.

Pelatihan ini pun menyoroti praktik jurnalisme data, tantangan dan peluangnya di Indonesia selama pandemi. Baik di ruang redaksi di ibu kota Jakarta maupun provinsi lain dengan masih tingginya kasus Covid-19.

“Jurnalis semestinya menampilkan praktik terbaik jurnalisme data, mengeksplorasi teknologi yang muncul serta untuk bertukar pengetahuan tentang jurnalisme data dan teknologi,” katanya.

Communication Lead DCJ 2021, Annissa Mutia mengaku, pelatihan DCJ sebisa mungkin bisa menyoroti praktik jurnalisme data, tantangan dan peluangnya di Indonesia selama pandemi.

“Dengan kasus Covid-19 yang tinggi. Sebisanya praktik terbaik jurnalisme data, mengeksplorasi teknologi dan pengetahuan tentang jurnalisme data. Baik dari para ahli baik di Amerika Serikat dan Indonesia,” pungkas Annisa.(Vik)

Editor: Nurul

Laporkan Konten