in

Viral video mesum calon pengantin hebohkan warga Lombok Tengah

Ilustrasi

kicknews.today – Sebuah video asusila kembali gemparkan warga di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Dimana dalam video berdurasi 1 menit 37 detik tersebut, terlihat seorang perempuan dan laki-laki berhubungan layaknya suami istri di atas ranjang dalam sebuah kamar. Vidio itu viral setelah tersebar di media sosial (medsos).

Informasi yang dihimpun wartawan, bahwa perempuan dalam video itu merupakan seoarang mantan dancer kecimol inisial S (30), warga Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat. Sedangkan yang laki-laki diduga merupakan kekasihnya yang merupakan warga Kecamatan Pujut.
Kaur Desa Pengejek, Kusmawadi yang dikonfirmasi, membenarkan terkait video asusila yang merupakan warga dari desanya tersebut. 

“Iya memang warga Desa Pengenjek, perempuan yang ada di video itu. Sedangkan yang laki-laki, informasinya adalah warga Lombok Tengah bagian selatan,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Senin (26/4).

Pihaknya tidak tahu secara pasti terkait awal viralnya video tersebut, begitu juga dengan terduga pelaku penyebarnya. Pihaknya mendapatkan informasi dari warga yang mengetahui video tersebut. 

“Saya hanya tahu dari warga. Setelah saya cek, benar perempuan itu adalah warga Desa Pengejek. Video itu terjadi di salah satu hotel berdasarkan informasinya,” katanya. 
Dikatakan, perempuan dalam video itu sebelumnya bekerja sebagai dancer kecimol dan merupakan janda anak satu. Informasi dari warga saat ini, dia bekerja di daerah Kuta, namun tidak tahu secara pasti pekerjaannya. 

“Dulu dia kerja sebagai dancer kecimol. Informasi saat ini sedang dalam proses akan menikah dengan laki-laki yang ada di video tersebut,” pungkasnya. 

Kepala Dusun Desa Setempat, Ramli menambahkan, saat ini perempuan itu sedang dalam proses menikah, karena dari pihak laki-laki telah datang untuk memberikan informasi pernikahan tersebut.

“Saat ini masih dalam proses nikah,” katanya. 

Kapolsek Jonggat, Iptu Bambang Sutrisno mengatakan, pihaknya menerima informasi terkait video tersebut tiga hari yang lalu, dan telah melakukan koordinasi serta berencana melakukan klasifikasi kepada kedua perempuan maupun laki-laki. Namun, pihaknya mendapatkan informasi bahwa mereka akan menikah, sehingga menunda rencana klasifikasi tersebut. 

“Mereka sedang proses menikah dan informasi sementara memang  sengaja direkam, tapi bukan mereka yang menyebarkan,” ujarnya. 

“Kasus penyebar vidio itu masih kita dalami. Kita tunggu selesai proses pernikahannya, baru kita akan panggil klasifikasi,” pungkasnya. (ade)

Editor: Annisa

Laporkan Konten