in

Polres Lombok Timur Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benih Bening Lobster

kicknews.today – Hasil koordinasi dengan pihak terkait, Polisi Resort (Polres) Lombok Timur mengamankan tiga ribu ekor hewan laut jenis Benih Bening Lobster (BBL) ukuran panjang karapas 0,6 sentimeter.  BBL dimasukkan ke dalam 19 kantong  kantong plastik dengan dua kardus. BBL ini akan diselundupkan dari Pulau Sumbawa menuju Kabupaten Lombok Timur.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio mengatakan, pengungkapan ini atas koordinasi dari semua pihak yang terkait. BBL ini diamankan ketika dibawa oleh minibus travel.

“Pengungkapan ini berawal dari diamankannya minibus travel yang membawa dua kardus yang diduga berisi BBL oleh petugas Polsek KP3 Khanyangan,” terang Tunggul dalam siaran pers, Sabtu (12/12).

Langkah selanjutnya, Kapolsek KP3 Khayangan berkoordinasi dengan Kasatreskrim Polres Lombok Timur AKP Daniel Simangunsong terkait tindak lanjut diamankannya travel tersebut. Mendapatkan informasi tersebut unit tipiter bersama Kasatreskrim melakukan metode dengan control delivery pada Selasa (8/12) guna mendapatkan pemilik BBL. 
“Sesampainya di JL Raya Tera tepatnya di depan bengkel motor Andalan Desa Jenggik, kardus yang diduga berisi lobster tersebut dijemput dua orang kurir, inidiak GN alias AJ dan LM alias PT,” terang Daniel.

Supaya benih ini tidak mati, kata Daniel dilepas di periaran Sunut, Teluk Jukung, Rabu (9/12). Hal ini guna menjaga habitatnya tidak mati sia-sia.

“Kami lakukan pemeriksaan kepada dua kurir, mereka hanya suruhan mengambil paketan ini di mobil travel,” sambungnya.

Pihaknya berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Perihal kepemilikan BBL ini, pengiriman ataupun penerima. Jika nantinya si penerima ataupun pengirim mempunyai izin akan diberikan sanksi administratif. Namun jika tidak memiliki izin dapat dijerat dengan undang-undang yang berlaku.

“Jika tidak memiliki izin, dapat dikenakan Undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi BKIPM Mataram. M Farchan mengatakan, penemuan ini atas kerjasama dan sinergitas antar instansi yang ada di Lombok Timur. BBL ini dikirim dari Sumbawa ke Lombok Timur. Namun dari Sumbawa tidak dilengkapi dengan dokumen. Seyogyanya harus dilengkapi dengan Surat  Keterangan Asal Benih (SKAB).

“Dari sana tidak ada dokumen sama sekali,” keluhnya.
Dengan tidak mengantongi SKAB ini, sehingga dimanakan oleh petugas.

“Pada prinsipnya sebenarnya ini sudah legal, namun tidak disertai dengan SKAB,” tandasnya. (Oni)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0