in

Polisi minta warga luar Lombok Tengah tidak ikut Bau Nyale

Ribuan warga dan wisatawan mengumpulkan "Nyale" (cacing laut warna-warni) pada Festival Bau Nyale di pantai Seger, Desa Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (28/2). Festival bertaraf internasional tersebut digelar setahun sekali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola Badan Usaha Milik Negara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nz/16.

kicknews.today – Pemerintah Daerah Lombok Tengah telah memutuskan akan tetap menggelar event tahunan rakyat Bau Nyale meski di tengah masa pandemi COVID-19.

Sekretaris Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, H M Lendek Jayadi mengatakan, Pemerintah Daerah telah melakukan rapat koordinasi dengan semua pihak termasuk tokoh budayawan guna menyerap aspirasi masyarakat.

“Bau Nyale Tahun 2021 ini tetap dilaksanakan tanpa hiburan,” ujarnya kepada wartawan di kantornya selesai rapat koordinasi tersebut, Rabu (6/1).

Menanggapi itu, Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Ketut Tamiana mengatakan pihaknya dari aparat tetap akan melakukan Operasi Yutisi untuk mencegah penyebaran covid-19 pada event Bau Nyale tersebut.

Selain itu Polisi juga akan melakukan penyekatan kepada masyarakat atau wisatawan yang akan masuk Lombok Tengah pada event Bau Nyale seperti pengamanan Tahun Baru 2021 yang lalu.

“Kita imbau warga luar Lombok Tengah tidak ikut Bau Nyale,” terangnya.

Untuk diketahui, pada event Bau Nyale sebelum pandemi ribuan manusia dari berbagai penjuru arah mata angin turun ke laut tempatnya di Pantai Tanjung An dan Pantai Seger Desa Kuta atau sepajang Pantai Selatan Lombok Tengah.

Masyarakat maupun wisatawan yang turun ke laut itu guna menangkap cacing laut (Bau Nyale) yang diyakini masyarakat setempat merupakan jelmaan Putri Mandalika yang merupakan putri raja yang memiliki hati yang bijaksana dan berparas cantik.

Putri Nyale itu ditunggu semalaman dan pada pagi hari selesai azan subuh masyarakat turun ke laut sambil membawa, ember, sorok dan lampu senter sebagai alat menangkap Nyale sampai matahari terbit. (Ade)

What do you think?

Premium

Written by TIM Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Gubernur NTB akan divaksin Covid-19 14 Januari 2021

Kesal BLT dan bantuan Bencana belum dicairkan, Warga di Bima segel Kantor Desa