in

Polisi dalami dugaan Pemerkosaan siswi SMP di Lombok Tengah

kicknews.today – Satreskrim Polres Lombok Tengah terus mendalami kasus dugaan pemerkosaan dengan korban seorang anak usia 13 tahun. Korban masih duduk dibangku SMP warga Desa Barebali, Kecamatan Batukliang.

Kasatreskrim AKP I Putu Agus Indra Permana mengatakan, pihaknya masih belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, karena sanksi sangat minim. Meskipun terduga pelaku telah diamankan untuk menjaga kondusifitas di Desa setempat.

“Kita belum bisa menyimpulkan kasus tersebut, masih kita dalami,” ujarnya kepada wartawan, Senin (19/10).

Dalam kasus itu, pihaknya akan melibatkan saksi ahli fisikologi anak, karena keterangan dari korban sering berubah-ubah. Disamping itu juga, dalam kasus itu tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut.

“Pengakuan korban berubah-ubah. Terduga pelaku juga tidak pernah melakukan pengakuannya,” terangnya.

“Hasil visum masih belum keluar. Apa hasilnya pasti kita sampaikan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitan, Bunga (13) – (nama samaran-red) yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lombok Tengah, mengaku diperkosa bahkan lebih dari sekali oleh seorang oknum pekerja berinisial RM yang bekerja di perusahaan beton yang ada di desa asalnya di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Dari informasi yang diterima wartawan, Bunga diperkosa sudah dua kali yakni pada hari Minggu dan Jumat lalu. Akibatnya Bunga masih mengalami depresi akibat kejadian yang menimpanya, karena diduga kuat pelaku pemerkosaan bukan hanya satu orang. Karena dari pengakuan bunga, selain RM ada juga yang membantu pelaku memegang kaki korban.

Kepala Desa Barabali, Lalu Muh Ali Junaidi membenarkan ada warganya yang diduga menjadi korban dugaan pemerkosaan tersebut. Pihaknya juga sudah melaporkan kasus ini termasuk membawa korban ke perlindungan anak untuk memulihkan kondisi korban.

“Korban masih kelas dua SMP dan dia baru cerita tadi malam,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (18/10).

Korban saat ini sudah dibawa ke Lembaga Perlindungan Anak di Mataram, untuk memulihkan kondisinya. Adapun hasil visum dan juga hasil penyidikan hingga saat ini pihak Polres belum bisa memberi banyak keterangan.

“Tapi terduga pelaku RM sudah diamankan,” katanya.

Kasus ini terbongkar pada Sabtu malam (17/10) ketika Kepala Dusun asal korban memberitahukan dirinya bahwa ada kejadian pemerkosaan yang menimpa anak dibawah umur dengan dugaan pelaku berinisial RM yang bekerja di perusahaan beton yang berada di wilayah desanya.

Pihaknya belum bisa menceritakan secara detil kejadian ini, sebelum adanya hasil penyidikan dari Kepolisian dan hasil visum. Terlebih kondisi korban sangat lemah dan masih trauma dengan kejadian tersebut.

“Sesuai informasi kejadiannya seminggu yang lalu, Tapi pada hari Jumat itu, dari keterangan korban bahwa mulutnya ditutup lalu korban pingsan. Jadi korban tidak bisa menjelaskan apakah hari itu korban digauli atau tidak. Sehingga kita masih menunggu hasil visum,” terangnya. (Ade)

What do you think?

Member

Written by ade ahyar

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Jelang Pilkada, Polres Bima Gelar latihan “Tectical Floor Games”

Unram dan Kanwil Kemenag NTB Teken MoU Implementasikan Kebijakan MBKM