in

Pemilik Produksi Minyak Ilegal di Mataram Pesan alat di Surabaya

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa berhasil mengungkap asal muasal mesin produksi minyak curah ilegal di Mataram.

kicknews.today – Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa berhasil mengungkap asal muasal mesin produksi minyak curah ilegal di Mataram.

Kata Kadek, terduga pelaku inisial PA (37) memesan alat produksi minyak curah ilegal dari Surabaya dibawa menggunakan truk tangki.

“Sebelum tiba di Mataram, minyak curah ditampung dulu di Lembar Lombok Barat. Sesaat kemudian dibawa menuju gudang pelaku di Babakan Kota Mataram,” kata Kadek, Senin (29/3/2021).

Setelah itu kata Kadek, minyak curah ilegal disaring di gudang milik terduga pelaku di Mataram yang di masukkan ke botol kemasan untuk dipasarkan.

Dari keterangan PA, minyak goreng kemasan tanpa izin edar tersebut sudah diedarkan disejumlah pasar tradisional di Pulau Lombok.

Selain itu, ada juga pembeli atau pemborong yang datang ke gudang dengan tujuan untuk mengambil barang untuk dijual.

“Minyak 900 mili liter saya jual Rp 13 ribu. Kalau yang 1000 mililiter dijual Rp 13.500. Ada memang perbedaan harga dengan minyak resmi yang dijual bebas,’’ tuturnya.

Produksi minyak curah ilegal yang dikelola PA mulai beroperasi sejak bulan Februari 2021. Apesnya lagi, modal terduga pelaku belum kembali.

“Belum untung. Karena baru Februari kemarin mulai beroperasi,’’ bebernya.

Dari hasil pemeriksaan kata Kadek, niat pelaku timbul karena sebentar lagi minyak goreng kemasan plastik tidak diperbolehkan. Lalu terduuga pelaku berinisiatif untuk menggantinya dengan botol kemasan.

Kini, gudang milik terduga Pelaku di Babakan, Kecamatan Sandubaya, kini tidak bisa lagi beroperasi.

“Kita juga sudah pasang garis polisi (police line). Ribuan botol minyak curah kemasan disita petugas bersama barang bukti lainnya. Antara lain, 1 buah tandon penampung minyak, 1 mesin penyaring minyak goreng, 2 mesin timbang, 1 truk tangki 10.000 liter, 1 unit pick up,” kata Kadek.

Pihaknya pun berhasil mengamankan sekitar 10.320 botol minyak goreng kemasan.(Vik).

Editor: Redaksi

Laporkan Konten