in

Konflik dua Desa antara Rambitan dan Ketara diserahkan ke hukum

ilustrasi bentrok warga

kicknews.today – Konflik yang terjadi antara warga Desa Ketara dengan Desa Rambitan yang dilatarbelakangi oleh adanya indikasi kasus penganiayaan berhasil diredam dengan cepat melalui proses mediasi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi NTB, Lalu Abdul Wahid, meminta agar warga yang nyaris bentrok di dua desa menyerahkan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Desa Rambitan diserahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).

“Alhamdulillah kedua belah pihak sepakat untuk menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut kepada pihak APH,” kata Abdul Wahid, Senin (21/6).

Dari sumber yang didapat, massa dari Desa Ketara geram lantaran belum ditangkapnya terduga pelaku penusukan yang dilakukan terhadap 2 orang warga; Lalu Satria Utama (28) dan Lalu Kahul Fahmi (28).

Wahid menyatakan bahwa masyarakat terutama tokoh-tokoh di dua Desa sangat mendukung proses mediasi dalam rangka menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah. 

Abdul Wahid yakin bahwa konflik ini tidak akan berkelanjutan. Mengingat masyarakat setempat sangat memahami kedua Desa tersebut akan menjadi daerah pengembangan prioritas pariwisata nasional.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Terima kasih atas kesadaran dan kepatuhan segenap keluarga besar Ketara dan Rambitan. Kita adalah saudara,” tutur Wahid. 

Selain itu, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, meminta masyarakat kedua Desa agar sama-sama berjuang menjaga kondusifitas daerah. Terutama bagaimana masyarakat bijak dalam menyampaikan informasi.

“Jangan sampai kita membenamkan daerah kita sendiri dengan informasi-informasi yang justru menimbulkan rasa persaudaraan kita dalam satu daerah menjadi renggang. Apalagi jika sampai menyebarkan hoax,” katanya. (vik)

Editor: Annisa

Laporkan Konten