in

Kapolda sebut NTB jadi konsumen besar peredaran narkoba

Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto (kiri) didampingi Kapolresta Mataram saat memimpin jumpa pers hasil pengungkapan narkoba di Mataram sebanyak 5 kilogram ganja dan 13,74 gram sabu, Selasa (24/1).
Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto (kiri) didampingi Kapolresta Mataram saat memimpin jumpa pers hasil pengungkapan narkoba di Mataram sebanyak 5 kilogram ganja dan 13,74 gram sabu, Selasa (24/1).

kicknews.today – Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto menyebutkan, NTB jadi lahan subur pengedaran narkoba. Barang bukti 5 kilogram ganja dan belasan gram sabu sabu merupakan hasil penyelundupan dari luar daerah.

“Barang bukti narkotika ini semuanya berasal dari luar NTB, dan kita disini masih menjadi konsumen besar dari peredaran tersebut,” ungkap Kapolda, Selasa (24/1).

Ia juga menjelaskan, modus yang dilancarkan oleh para bandar sendiri selalu berubah-ubah. Termasuk dengan jalur-jalur masuk peredaran narkotika yang luput dari pengawasan kepolisian.

“Jalur masuknya pun lewat udara dan darat. Bahkan beberapa kali memakai jasa kurir,” sebut Kapolda.

Peredaran narkotika di tengah masyarakat NTB menurutnya masih tinggi. Meski begitu, kata Kapolda, sesuai dengan arahan Kapolri, pihaknya akan terus berupaya agar memutus rantai peredaran narkoba.

“Tingginya peredaran narkotika ini juga dapat mengganggu pembangunan, baik ekonomi dan kestabilan di daerah. Karena untuk mendapatkan narkoba tentu butuh uang banyak,” sebutnya.

Selain menekan pihak Direktorat Narkoba agar lebih maksimal dalam menekan angka peredaran narkotika, Kapolda juga meminta peran aktif dari masyarakat.

“Jika sungkan laporkan jika ditemukan tindak pidana narkotika, itu akan sangat membantu kami dalam menekan angka peredaran narkotika di NTB, informasi sekecil apapun sangat bermanfaat untuk kami,” pungkasnya. (ys)

Editor: Juwair Saddam

Laporkan Konten