in

Diduga disiksa majikan, PMI asal Lombok Timur kini dirawat di Surabaya

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Usman saat mengunjungi rumah Aminah

kicknews.today – Seorang Pekerjaan Migran Indonesia (PMI), asal Dusun Medana, Desa Medana, kecamatan Keruak, Lombok Timur (Lotim) bernama Aminah (36), diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya di Malaysia.

Tak tahan dengan siksaan tersebut, Aminah kemudian pulang ke Indonesia. Namun, Aminah tidak bisa kembali ke Lombok karena kondisinya yang parah sehingga harus dirawat di Rumah Sakit di Surabaya.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Usman menceritakan, Aminah nekat lari dari majikannya lantaran sering mendapatkan perlakuan buruk.

Selain itu, Aminah juga menerima upah yang tidak sesuai. Pihaknya pun berusaha membantu dan meminta pemerintah, melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membantu proses kesehatan dan pemulangan.

Usman mengaku, upaya lain yang dilakukannya memohon pertolongan dengan menghubungi Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Baznas Provinsi NTB dan Baznas kabupaten Lombok Timur. Namun hingga hari ini bantuan belum terealisasi.

“Kami berharap untuk disegerakan karena kondisi mantan PMI tersebut keadaannya makin parah dan keluarga perlu biaya untuk merawatnya di rumah sakit” kata Usman kepada kicknews.today, Kamis (2/10).

Menurut keterangan keluarga Aminah dirawat di rumah sakit Sutomo, Surabaya, Jawa Timur. Aminah dilarikan ke rumah sakit dikarenakan kondisinya yang tak kunjung membaik.

Usman menjelaskan, Aminah diberangkatkan secara ilegal yang diduga seorang calo asal Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru. Ia berjanji dengan pihak keluarga untuk mengawal kasus tersebut.

Dirinya berharap agar kepolisian menangkap pelaku human trafficking dan memberikan efek jera. Sebab telah mengirim PMI tersebut secara ilegal.

“Tadi juga kita aksi damai, meminta Disnaker jangan hanya menunggu dan gencarkan sosialisasi keberadaan Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) kepada masyarakat,” pungkasnya. (Oni)

Editor: Nurul

Laporkan Konten