in

Beraksi di Batulayar, komplotan spesialis pecah kaca mobil ditangkap di Ampenan

Pelaku menunjukan cara memecahkan kaca mobil

kicknews.today – Komplotan spesialis pecah kaca mobil yang beraksi di Jalan Raya Senggigi di depan Gerbang Perumahan Ayodya Palace, Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat pada Sabtu 31 Oktober 2020 lalu ditangkap Tim Puma Sat Reskrim Polres Lombok Barat bersama Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Senggigi.

“Berdasarkan hasil penyelidikan Tim Puma Sat Reskrim Polres Lombok Barat bersama Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Senggigi, diperoleh informasi keberadaan barang bukti berupa 1 (satu) buah HP Samsung J7 milik korban dikuasi oleh saudara MK, sehingga tim gabungan kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku,” kata Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK dalam konferensi pers di Polsek Senggigi, Kamis (26/11)

Dijelaskan dia, para tersangka melakukan pencurian dengan pemberatan dengan cara memantau keberadaan mobil yang ditinggal oleh korban saat berbelanja di Kios Bunga depan perumahan Ayodya Palace.

“Selanjutnya salah satu tersangka DI mendatangi mobil tersebut dan memecah kaca bagian kanan mobil dengan mencongkel menggunakan obeng, setelah kaca tersebut retak, pelaku kemudian memukul kaca sampai pecah dan mengambil barang berupa buah HP merk Samsung type J7, warna hitam dan 1 (satu) buah tas hitam yang didalamnya berisikan uang tunai sebesar Rp. 500.000 yang tertinggal didalam mobil,” jelasnya.

Setelah melakukan pencurian lanjutnya, para pelaku kemudian membagi hasil uang hasil pencurian tersebut di kos-kosan di Kampung Melayu Ampenan di hari yang sama.

Dikatakan dia, ada tiga orang yang ditangkap sebagai pelaku utama dalam kasus tersebut yakni SI alias Bangkok, DY dan IS yang hingga kini masih dilakukan pengejaran dan masuk dalam daftar DPO yang mana semuanya bersal dari Makasar, Sulawesi Selatan.

Selain itu, ada tiga orang juga yang ditangkap dengan tuduhan sebagai penadah barang curian yang dihasilkan dari para pemetik di atas.

“DD, KO dan MK juga kita tangkap karena penadahan,” kata dia.

Terhadap Pelaku utama diancam Pasal 363 ayat (1) ke- 4e, 5e KUHP  dengan ancaman Tujuh tahun penjara, sedang terhadap pelaku penadah Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. (red.)

What do you think?

Chief Everything Officer

Written by Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Ini 5 Bisnis yang bakalan maju ke depan versi Jonan

Video: Blak-blakan, pelaku pencurian tunjukan cara pecahkan kaca mobil