in

Balai Jalan bakal dipanggil Polisi terkait proyek longsor Senggigi

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana (kedua kanan) bersama Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Noviar (kedua kiri) dan pejabat BPJN IX Mataram saat mengecek kondisi proyek revitalisasi tempat peristirahatan di sekitar Kafe Alberto, Senggigi, Lombok Barat, Rabu (28/4/2021) sore.

kicknews.today – Tim penyidik Polres Lombok Barat berencana memanggil pihak Balai Jalan (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Mataram) terkait longsornya tiga titik kawasan wisata di Jalan Raya Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. 

Usai pemanggilan pihak Dinas Pariwisata Lombok Barat, Tim Penyidik Polres Lombok Barat berencana memanggil pihak Balai Jalan pada pekan ini.

“Mereka (Balai Jalan, red) akan dimintai keterangan terkait bagaimana kondisi awal jalan di tiga titik longsor kawasan wisata Senggigi,” ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Dhafiq Siddiq, di Gerung Rabu (5/5) kemarin.

Pemanggilan tersebut, kata Dhafiq, untuk mengetahui bagaimana kondisi jalan di kawasan itu saat sebelum dan sesudah berjalannya proyek. Karena penataannya diduga amblas akibat hujan lebat beberapa waktu lalu.

“Setelah kita panggil dari Dispar, kami juga akan melaksanakan pemanggilan ke pihak Balai Jalan, rencananya pekan ini,” ungkap Dhafid.

Sebelumnya kata Dhafiq, hasil pemeriksaan dari Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H.Saepul Akhkam, pihaknya belum dapat menyimpulkan temuan baru dari keterangan yang diberikan.

“Dari keterangan Kadispar Lobar memang belum ada temuan baru,” katanya.

Sejauh ini dari keterangan Kadispar Lobar, lanjut Dhafiq, belum ada pihak lain yang ikut terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Belum ada. Baik dari PUPR atau dinas lain. Yang jelas yang kita tahu proyek ini yang punya Dispar Lobar,” katanya.

Selain itu kata dia, pihaknya belum berencana lakukan pemanggilan kepada pihak tender proyek.

“Karena sementara kita periksa dulu Kadispar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Balai Jalan,” tandas Dhafid.

Selain memanggil Balai Jalan ujar Dhafiq, pihaknya telah bersurat kepada salah satu tim ahli konstruksi untuk mengecek penyebab longsornya penataan kawasan wisata Senggigi.

“Kita sudah kirim surat. Tim ahli ini kita tidak ingin sebut dari pihak mana. Yang jelas dari salah satu.kampus di Jawa,” tukasnya.

Diketahui, proyek penataan kawasan wisata Senggigi dibangun dengan nilai total Rp 9,9 miliar. Diduga, proyek penataan Senggigi rusak akibat diterpa hujan deras pada akhir bulan Februari 2021 lalu. (vik)

Editor: Annisa

Laporkan Konten