in

Alasan sudah beristri, pelaku tolak menikahi lalu bunuh ibu guru di Mataram

Terdyga pelaku pembunuhan ibu guru TK diamankan anggota Polrestas Mataram.
Terduga pelaku pembunuhan ibu guru TK diamankan anggota Polrestas Mataram.

kicknews.today – Polresta Mataram merilis hasil otopsi jenazah ibu guru TK inisial H, korban pembunuhan di perumahan Gunung Sari Lombok Barat akhir Juli lalu. Dilaporkan, ditemukan sejumlah luka di bagian kepala, wajah, tangan dan paha korban.

“Korban meninggal dalam kondisi hamil muda,” jelas Kepala Satreskrim Polresta Mataram Komisaris Polisi Kadek Adi Budi Astawa, Senin (15/8).

Dalam kasus ini, polisi menetap pria inisial S, 41 tahun sebagai tersangka. Pelaku ditangkap di Desa Geri, Kecamatan Geri, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (10/8). Pelaku berstatus sebagai kekasih korban.

Kasus pembunuhan itu terjadi setelah keduanya berhubungan badan. Dipicu, korban meminta tanggung jawab untuk dinikahi karena kondisinya yang sedang hamil. Namun, pelaku menolak hingga terjadi pertengkaran.

“Pelaku menolak karena alasan sudah beristri,” jelas Kadek.

Kadek menjelaskan, jari tangan pelaku sempat digigit, sebelum balas menyerang korban. Itu dibuktikan karena terdapat bekas luka bekas gigitan di jari pelaku.

Korban dianiaya oleh pelaku dengan cara kepala dibentur ke tembok. Korban juga sempat dipukul beberapa kali, namun ditangkis hingga tangannya terluka. Kondisi itu berdasarkan pengakuan pelaku dan hasil otopsi.

“Setelah menganiaya korban, pelaku kabur,” jelasnya.

Korban dengan kondisi tangan terikat sulit melepaskan diri dan meninggal karena kekurangan oksigen. “Kami juga sudah mengecek kondisi kamar mandi tempat ditemukan jasad korban,” katanya.

Peristiwa penemuan jenazah guru TK asal Ampenan Kota Mataram tersebut pada hari Jumat (29/7). Jenazah H kali pertama ditemukan oleh ibu kandungnya di kamar mandi rumah.

Dari hasil visum, ditemukan luka lebam pada wajah dan gigi korban yang patah. Dasar kecurigaan terhadap hasil visum itu yang membawa kepolisian untuk melakukan pendalaman hingga terungkap peran S sebagai pelaku pembunuhan. (jr) 

Editor: Juwair Saddam

Laporkan Konten