in

70 hektar Bukit Sambelia dan Sembalun terbakar, diduga ulah Pemburu

Petugas KPH saat memantau sumber api di Bukit Sambelia.

kicknews.today – Padang savana seluas 70 hektare di bukit Sambelia dan Sembalun Lombok Timur hangus terbakar. Kawasan yang jadi kewenangan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur itu diduga sengaja dibakar para pemburu Rusa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom di Mataram, Senin (5/7) mengatakan, tercatat 70 hektare lahan savana di Desa Sambelia dan Sembalun ludes terbakar akibat ulah pemburu satwa liar jenis Rusa.

Hasil penyelidikan sementara ada dua dugaan penyebab kebakaran. Pertama, para pemburu sengaja membakar rerumputan. Tujuannya, agar rerumputan tersebut tumbuh dedaunan muda.

“Ini menguntungkan pemburu, karena satwa seperti Rusa akan berkumpul mencari makan, ketika rumput baru tumbuh setelah dibakar, ” ungkap Madani.

Faktor kedua, kelalaian pemburu mematikan perapian. Sehingga sisa bara api tersebut, tertiup angin dan mengakibatkan mudahnya rerumputan dan semak belukar kering terbakar.

Hingga Minggu (4/7) kemarin, Dinas LHK NTB bersama BKPH Rinjani Timur tengah memerintahkan anggota KPH Resort Sembalun dan Resort terdekat, untuk melakukan upaya pencegahan supaya sebaran titik api tidak menyebar luas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan stakeholder dan instansi terkait. Bersama dengan Camat, TNI, Polri dan masyarakat kelompok pengelola wisata alam Sembalun, untuk bersama melakukan pemadaman api,” katanya.

Sejak pekan kemarin kata Madani, pihaknya telah menyiapkan sarana mobil dan alat-alat pemadam kebakaran seadanya.

“Api baru bisa padam secara alami sekitar Minggu dini hari. Upaya langsung pemadaman mengalami kesulitan, karena lokasi sangat curam,” katanya.

Keberuntungan dalam kejadian kebakaran savana ini, tidak merembet ke hutan dengan vegatasi lebat karena adanya gerimis hujan.

Selain itu, dengan adanya hamparan bebatuan, membuat sekat lahan yang terbakar di lokasi yang sedikit datar tidak dilahap api.

Pihaknya pun mengimbau, agar para pemburu tidak menyalakan api sembarangan di kawasan mudah terbakar.

Ia juga meminta, agar para pemburu tidak membuat api dengan sengaja, lalu meninggalkan api begitu saja di kawasan hutan.(vik)

Editor: Nurul

Laporkan Konten