Heboh penemuan benda mirip torpedo di Gili Trawangan

Benda Asing mirip torpedo yang ditemukan nelayan di perairan Utara Gili Trawangan. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Sebuah benda asing yang bentuknya menyerupai torpedo ditemukan di perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Temuan tersebut sempat menarik perhatian warga dan wisatawan, namun aparat kepolisian memastikan benda itu tidak mengandung bahan peledak maupun radioaktif.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menjelaskan pihaknya segera melakukan langkah pengamanan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan benda mencurigakan tersebut.

“Setelah menerima informasi dari nelayan, kami langsung menurunkan tim untuk melakukan pengamanan lokasi dan pemeriksaan bersama Tim Gegana. Dari hasil pemeriksaan awal, dipastikan benda tersebut steril dari bahan peledak maupun radioaktif,” ujar Agus, Senin (06/04/2026).

Benda itu pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan sekitar pukul 10.00 Wita  saat tengah menjaring ikan di perairan utara Gili Trawangan. Karena bentuknya tidak biasa, benda tersebut kemudian ditarik ke darat dan dibawa ke pesisir pantai di kawasan dekat salah satu hotel di Gili Trawangan.

Petugas yang melakukan pemeriksaan awal menemukan label bertuliskan “CSIC” pada bagian badan benda serta tulisan beraksara China di bagian bawahnya. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa benda itu merupakan perangkat teknologi yang berkaitan dengan aktivitas kelautan.

Tim Gegana Sat Brimob Polda NTB bersama Sat Reskrim Polres Lombok Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat deteksi bahan peledak Kerber T serta detektor radioaktif RIIDEye X.

“Hasil pengecekan tidak menunjukkan adanya indikasi bahan berbahaya, sehingga dipastikan tidak menimbulkan ancaman langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Secara fisik, benda tersebut memiliki panjang sekitar 3,7 meter dengan diameter kurang lebih 70 sentimeter. Bentuknya yang silinder dan menyerupai torpedo membuatnya diduga sebagai alat observasi atau perangkat survei bawah laut yang biasa digunakan dalam kegiatan penelitian kelautan.

Untuk memastikan identitas dan fungsi benda tersebut, pihak kepolisian kemudian menyerahkannya kepada Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram guna dilakukan pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Kapolres menambahkan, penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan lain, termasuk yang berkaitan dengan aspek keamanan wilayah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi. Jika menemukan benda mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI