67 Pahlawan Medis di NTB Positif Covid -19

2 min


1.4k shares

kicknews.today –  Covid – 19 semakin tidak terkendali. Tenaga medis yang sudah sangat safety dengan Alat Pelindung Diri (APD) pun diserang.  Data terbaru Rabu (27/5), sedikitnya 67 orang tenaga kesehatan di NTB  positif Covid – 19.

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Provinsi NTB, dr. Nurhandini Ekadewi dalam sesi jumpa pers, Rabu pagi tadi.

“Jadi sampai hari ini, ada 67 tenaga medis kita positif Covid – 19,” kata Kadikes.  Jika dipresentasekan, tenaga kesehatan (nakes) terjangkit ini mencapai 11 persen dari total keseluruhan   537 kasus positif Covid – 19.

Mereka tersebar di tujuh fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas. Rinciannya, 6 rumah sakit dan satu puskesmas. “Jadi sampai  hari ini itu ada 67 nakes, termasuk yang akan dirilis nanti malam,” kata Ekadewi.

Kadikes tidak menyebut nama nama rumah sakit tapi dengan sebutan angka, apalagi identitas pasien dengan alasan menghindari stigma. Sebaran  mereka diantaranya  rumah sakit  1 dan 3 paling banyak  nakes yang terpapar. Selebihnya di rumah sakit 1 dan 3 ini satu  orang sudah sembuh, di salah satu puskesmas satu orang dirawat. Kemudian di rumah sakit  4 ada satu orang dirawat, rumah sakit 5 ada satu orang dan rumah sakit 6 ada  tiga orang.

“Dari total 67 positif itu, 64 orang yang masih dirawat,” sebutnya.

Sedangkan berdasarkan profesi, mereka yang terjangkit diantaranya delapan dokter, 54 perawat, petugas gizi  satu orang, apokter tiga  orang, petugas radiologi satu orang. Kesimpulan Kadikes, semua profesi di rumah sakit punya risiko tinggi terpapar Covid – 19.

Semua yang terpapar itu langsung diisolasi di ruangan khusus dan mendapat penanganan laiknya pasien Covid – 19 lainnya. Jika yang terjangkit di poli tertentu, maka satu ruangan dalam poli itu dilakukan tracing.

“Mereka yang terpapar langsung kita isolasi, kita tangani, kita blok di satu poli itu. Tujuannya agar tidak mengganggu pelayanan yang lain,” sebutnya.

Paling menyedihkan adalah stigma masyarakat yang luar biasa bagi pada tenaga medis tersebut. Petugas medis dan keluarganya menjadi terkesan dikucilkan di lingkungan sosial, padahal mereka adalah pahlawan dalam urusan Covid – 19.  Atas dasar itu, sengaja pihaknya tidak sebutkan identitas pasien dan rumah sakit. Karena paling ditakutkan pihaknya, akibat stigma salah satu rumah sakit, berdampak ketakutan masyarakat untuk berobat. Kemungkinan terburuk, pasien tidak terselamatkan karena menunda nunda ke rumah sakit.

Maka untuk antisipasi jangan sampai gangguan pelayanan, petugas medis terpapar langsung di-off-kan, diganti dengan petugas medis yang baru demi kelancaran pelayanan medis. Saat bersamaan tracing contact terus dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan ada tenaga medis lainnya yang ikut terpapar. (red)


Like it? Share with your friends!

1.4k shares

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend