in ,

Soal Pembangunan Kereta Gantung, GM Geopark Rinjani: Itu tidak mudah

Chairul Mahsul mengomentari kereta gantung rinjani
Chairul Mahsul

kicknews.today – Rencana pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membangun kereta gantung di Gunung Rinjani mendapat tanggapan dari berbagai pihak termasuk General Manager (GM) Geopark Rinjani, H. Chairul Mahsul, SH, MM.

Menurutnya rencana pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan kereta gantung ini tidaklah mudah, apalagi untuk mengejar target sebelum perhelatan MotoGP Mandalika 2021 digelar.

“Menurut saya tidak mudah karena harus melalui tahapan-tahapan yang sangat ketat mulai dari pra feasibility study (FS), FS, Detail Engineering Design (DED) sampai Amdal,” kata Chairul Mahsul saat dihubungi kicknews.today di Mataram, Kamis (22/1).

Menurutnya, bahwa dirinya telah menghubungi Kepala Dinas LHK NTB, Ir. Madani Mukarom untuk berkoordinasi, namun hingga saat ini dia merasa progres pembangunan kereta gantung Rinjani masih jauh untuk segera terealisasi.

“Karena harus diawali dengan memohon Ijin Usaha Penyelenggaraan Jasa Lingkungan dari Kemen LHK untuk lahan sekitar 500 Ha,” jelasnya.

“Infonya memang tidak akan sampai ke zona inti Taman Nasional Gunung Rinjani, jadi hrs jalan kaki sekitar 3-4 jam kalau mau ke pelawangan Rinjani sisi barat daya,” lanjut dia.

Tetapi menurut dia, poin yang harus diperhatikan sungguh-sungguh dalam rencana ini adalah konsep pelestarian dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat dan aspek konservasi harus jadi faktor utama pertimbangan.

“Tidak boleh melumpuhkan pelaku-pelaku ekonomi lokal yang selama ini hidup dari jasa porter dan guide Rinjani. Banyak pelaku ekonomi lingkar Rinjani yang hidup dari penyediaan homestay, konsumsi, jasa penyewaan peralatan gunung dan sejenisnya,” tutur Chairul Mahsul.

Dari sisi Gunung Rinjani sebagai Geopark dunia, menurut dia, pilar utama geopark itu adalah konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara simultan.

“Sepanjang tiga pilar itu tidak terganggu, ya go ahead,” tegasnya.

Secara prinsip kata dia, dengan adanya tambahan fasilitas kereta gantung ini, jangan sampai membunuh aktifitas usaha pelaku ekonomi lokal yang selama ini hidup dari aktifitas pependakian Gunung Rinjani.

Karena yang perlu dipertimbangkan, meskipun lokasi cable car (kereta gantung) nantinya berlokasi di Lombok Tengah tetapi dampak ekonominya akan menimpa semua area lingkar Rinjani.

“Jalur pendakian itu kan Senaru dan Torean (KLU), Sembalun dan Timbanuh (Lotim) dan lain-lain. Semua pelaku usaha Gunung Rinjani harus diajak rembug. Memang ada penolakan dair pelaku usaha pendakian dan pencinta alam, tentu itu harus diajak diskusi secara bermartabat dan setara,” tutupnya. (red.)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Polisi Tangkap Pencuri dan Penadah Kendaraan di Kuta Lombok Tengah

Peringatan BMKG: NTB Berpotensi Gelombang Tinggi, Hujan Petir di Beberapa Daerah Ini