Perhelatan MotoGP Mandalika akan Motori Pemulihan Pariwisata Indonesia Paska Pandemi Covid-19

4 min


314 shares
Sirkuit Mandalika
Progres pembangunan Sirkuit Mandalika yang semakin meningkat (Foto: Syeikh Cup)

kicknews.today – Mandalika International Street Circuit atau Sirkuit Mandalika, dipastikan akan menjadi motor pemulihan pariwisata Indonesia paska Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau lazim disebut dengan Covid-19. Pasalnya, Sirkuit Mandalika merupakan sirkuit jalan raya pertama di dunia untuk MotoGP.

“Kami meyakini penyelenggaraan MotoGP di The Mandalika, akan menjadi salah satu motor utama untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata Indonesia, paska pandemi Covid-19 dan khususnya untuk NTB di masa depan, mengingat multiplier effect-nya yang sangat besar,” kata Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer, Selasa (5/5).

Dikatakan, perkembangan pembangunan Sirkuit Mandalika oleh PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengembang kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika NTB, terus menunjukkan progres yang positif.

Saat ini, pembangunan Sirkuit Mandalika yang masih terfokus pada ground work (pekerjaan tanah), menunjukkan progres positif dengan rincian yaitu land clearing mencapai 81,57 persen (428.125 m2), pemasangan pagar beton precast keliling telah mencapai 85,23 persen (5.327 m), galian tanah track sebesar 84,47 persen (191.624 m3), sementara pekerjaan timbunan tanah mencapai 29,25 persen (106.171 m3).

Diungkapkan, saat ini juga tengah dilakukan kegiatan penimbunan dan pemadatan pada area track, lokasi akses road outter dan inner termasuk pitlane. Pekerjaan penimbunan itu dilakukan layer by layer, sesuai dengan elevasi (ketinggian) yang telah ditentukan dalam metode pelaksanaan. Pun pelaksanaan ground work juga dilakukan sangat detail dan teliti, untuk memenuhi standar yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis.

Menurutnya, kegiatan pemadatan dan test ini penting dilakukan guna memastikan bahwa daya dukung pekerjaan timbunan dan kepadatan, telah memenuhi persyaratan teknis sebelum memasuki tahap pengaspalan. Selain itu, kegiatan konstruksi Sirkuit Mandalika juga terus dilakukan untuk mengejar penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, yang akan dimulai tahun 2021.

“Pekerjaan tanah merupakan salah satu bagian penting, dari konstruksi Sirkuit Mandalika dan harus dilakukan dengan tingkat ketelitian dan detil yang tinggi, agar sesuai regulasi dan standar dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM),” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, secara keseluruhan pembangunan Sirkuit Mandalika masih berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan.

“Komitmen kami untuk menyelesaikan proyek nasional ini sesuai dengan arahan Presiden, Kemenko Maritim dan Investasi serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang meminta agar pelaku pariwisata terus menyiapkan dan meningkatkan kualitas destinasi dan atraksi wisata yang dimiliki,” jelasnya.

Disebutkan, seluruh kegiatan pekerjaan tanah dan perbaikan tanah dasar Sirkuit Mandalika, yang dilakukan oleh
KSO Wijaya Karya (Persero) Tbk – Bunga Raya Lestari (WIKA-BRL) sebagai kontraktor itu, dilaksanakan dengan selalu mematuhi tata laksana atau protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yaitu menjaga sanitasi dan tingkat hygiene lingkungan, penyemprotan desinfektan di barak dan gedung setiap satu minggu sekali, pemeriksaan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk area kerja, membiasakan mencuci tangan pakai sabun, dan penggunaan APD serta penerapan physical distancing.

Sementara itu, berdasarkan pembicaraan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), unit usaha ITDC yang menangani persiapan dan penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, bersama Dorna SL yang merupakan pemegang lisensi MotoGP di dunia, bahwa penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika yang akan dimulai pada 2021 tidak mengalami perubahan. Bahkan, kontrak akan diperpanjang sampai 10 tahun.

“Di tengah terdampaknya sektor pariwisata nasional akibat pandemi global Covid-19, penyelenggaraan atraksi kelas dunia MotoGP di Indonesia mulai 2021 merupakan harapan yang positif,” papar Abdulbar.

Abdulbar meyakini bahwa multiplier effect dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika, antara lain akan mampu menciptakan lapangan kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang, memberikan tambahan investasi lokal sebesar 150 juta dollar AS, menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang per tahun, serta diperkirakan meningkatkan belanja wisatawan hingga mencapai 40 juta dollar AS per tahun, yang akan dapat dinikmati masyarakat Indonesia khususnya NTB.

Selain itu, lanjutnya, MotoGP juga memiliki penggemar yang besar. Setiap minggunya ajang MotoGP ditonton hampir 430 juta pemirsa televisi di seluruh dunia, dimana hal tersebut akan memberikan country branding dan benefit yang besar bagi Indonesia.

Untuk diketahui, sebagai BUMN dengan wilayah usaha di Nusa Tenggara Barat (NTB), ITDC juga berpartisipasi aktif dalam penanganan Covid-19. ITDC sebagai koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 BUMN Wilayah NTB, bersinergi dengan 33 BUMN lain yang tergabung dalam Satgas, telah menyalurkan total lebih dari 4.700 Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dan masyarakat, di sejumlah wilayah di NTB sejak 18 April 2020 lalu.

Bantuan APD tersebut terdiri dari 880 baju hazmat, 730 masker N95, 120 kotak masker medis, 1.730 sarung tangan, 258 kaca mata goggle, 218 face shield standar, dan 283 sepatu boots yang diperuntukkan bagi tenaga medis, serta 700 masker kain yang bagi masyarakat.

Adapun sebagian besar bantuan bagi tenaga medis telah diserahkan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di NTB
seperti RSUD Provinsi NTB di Mataram, RSUD Bima, RSUD dr. R. Soedjono Selong di Lombok Timur, dan RS H. L Manambai Abdulkadir di Kabupaten Sumbawa. Sementara sebagian lainnya disampaikan melalui Pemerintah Kota Mataram, Pemerintah Kabupaten Lombok
Tengah, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Pemerintah Kabupaten Dompu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, untuk kemudian disalurkan ke rumah sakit dan puskesmas di masing-masing wilayah. (red)


Like it? Share with your friends!

314 shares

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend