in ,

Senggigi yang Mulai Terlupakan

Salah satu spot pantai Senggigi (Foto: Pi Ex)
Salah satu spot pantai Senggigi (Foto: Pi Ex)

 

kicknews.today – Senggigi yang sebelumnya merupakan destinasi andalan di Lombok, Nusa Tenggara Barat saat ini sudah mulai dilupakan Pemerintah Daerah, baik itu Pemprov maupun Pemkab Setempat. Pembangunan infrastruktur pendukung terkesan tidak terarah. Yang sangat dikhawatirkan adalah munculnya banyak masalah baru dikemudian hari.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang anggota DPRD NTB, Daerah Pemilihan (Dapil) Lobar – KLU, Muhammad Hadi Sulthon.

Dia menilai, di sepanjang kawasan Senggigi telah berubah fungsi menjadi lokasi tempat hiburan malam (THM) mulai diskotik, karaoke dan club malam yang sangat membisingkan. Akibatnya, banyak wisatawan asing yang berkunjung ke wilayah tersebut mengeluhkan kondisi yang tidak nyaman itu.

“Ini kami sampaikan atas dasar keluhan dari para wisatawan. Bahkan tidak jarang mereka berkomentar negatif terkait tata ruang pembangunannya. Malah kritik negatif soal tata ruang bangunan disana,” ungkapnya, Jumat (3/11).

Mestinya lanjut politisi PAN itu, Pemprov dan Pemkab Lombok Barat (Lobar) perlu melakukan penataan yang mengacu kepada rencana induk pengembangan kawasan wisata strategis NTB atau Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA).

Ia menyayangkan sikap Pemkab Lobar melalui SKPD terkait menerbitkan izin operasional THM tanpa mengacu pada rencana induk pengembangan pariwisata NTB. Hasilnya tidak lebih dari setiap 100 Meter, dibangunnya tempat hiburan malam.

Tidak hanya itu, Sulton juga melihat maraknya bangunan villa permanen tanpa arah pengembangan yang jelas. Diantaranya, bangunan di tebing-tebing yang merusak keindahan alam dan perbukitan di kawasan Senggigi.  Sehingga, jika tidak mulai diatur dan dibenahi, maka pembangunan villa itu akan rentan memicu erosi dan bencana banjir dikemudian hari.

Dalam hal ini, dirinya meminta agar Pemkab Lobar dan Pemprov NTB perlu melakukan koordinasi ulang terkait ketidakjelasan arah pengembangan kawasan wisata Senggigi saat ini. Apalagi, masyarakat di sekitar wilayah tersebut justru mulai risih, serta banyak yang menjadi penonton atas pembangunan pariwisata di wilayahnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H L. M. Faozal mengaku wajar jika lokasi wisatawan banyak terdapat lokasi hiburan. Sehingga serba salah jika akan melakukan penerbitan. Pasalnya, semua lokasi hiburan tersebut, sudah memiliki izin.

Saat ini yang menjadi perhatian Dispar, kata dia, terkait banyaknya pengaduan pelaku usaha. Mereka banyak mengeluh karena fasilitas penunjang kawasan wisata belum seimbang dengan pajak yang dibayarkan selama ini. Satu hotel saja menyumbang unuk pajak mencapai 7 Miliar.

“Wajar mereka mengeluh, banyak fasilitas kawasan wisata yang menurut mereka belum sebanding dengan pajak yang dibayarkan,” tutupnya (prm)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Remaja Pencuri Motor di Loteng Diciduk Anggota Bhabinkamtibmas

Warga di Lombok Tengah Heboh, Ada Mayat Bayi Ditimbun di Sebuah Bukit