Hadir di Bagu, Gus Yahya ingatkan Nahdliyin jaga NKRI

kicknews.today – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama jajaran pengurus PBNU hadir di Ponpes Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah, untuk mengikuti rangkaian acara peringatan 1 abad NU dan Harlah ke-61 Ponpes NU Qomarul Huda di NTB. Agenda yang dirangkaikan dengan haul akbar Syiekh Abdul Qodir Jailani, TGH Moh Saleh Chambali, KH Abdurahman Wahid dan TGH L Badaruddin itu dihadiri juga seluruh jajaran NU se NTB.

Gus Yahya dalam sambutanya kembali mengingatkan agar seluruh Nahdliyin untuk mempertahankan NKRI dan tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang belum pasti arah dan tujuannya.

“Kita selalu memohon untuk diberi jalan yang lurus menuju kebaikan. Mohon hidayah dari Allah SWT untuk bisa mengikuti jalannya orang-orang yang sudah karuan mendapat nikmat. Yang sudah karuan mendapat nikmat adalah orang-orang yang dihaulkan hari ini, mereka sudah karuan mendapat nikmat jalan yang lurus.” Ungkap Gus Yahya.

Gus Yahya mengingatkan bahwa belakngan banyak pihak yang mencoba untuk mengajak umat ke arah yang belum tentu baik dengan berbagai dalil dan alasan. Bahkan ada yang mengajak untuk mengikuti bentuk aliran dan keyakinan yang tidak sesuai dengan arah bangsa ini.

“Jadi kalau ada yang belum tentu mendapat nikmat jalan yang lurus mengajak ke jalan yg mereka tuju, jangan buru-butu mau ikut. Karena sekarang banyak orang yang mengajak melalui internet dan forum pengajian dan sebagainya. Lihat dulu dia ngakjak ke mana. Kalau dia ngajak ke jalannya sendiri. Jangan ikut. Kalau ngajak ke jalan seperti Tuan Guru Hambali. Ikut! Karena sudah pasti ke jalan yang lurus, mereka ini sudah jelas mendapat nikmat dari Allah. Tandanya mereka hidup dengan kemuliaan ahlak dan jihad fisabilillah,” Tegas Gus Yahya dengan suara lantang.

Lebih jauh Ketua PBNU itu juga menegaskan agar Nahdliyin tidak terpengaruh oleh ajaran yang menjurus pada perubahan idiologi bangsa. Karena Ia meyakini bahwa apa yang sudah dirumuskan dan diajarkan oleh pendiri NU merupakan bentuk implementasi beragama yang sesuai untuk NKRI.

“Para ulama kita telah meninggalkan jejak yang terus tumbuh. Memberikan manfaat dan maslahat barokah kepada orang banyak. Ini berarti mereka terbukti mendapat nikmat dari Allah. Kalau diajak mengikuti itu, ikut! karena itu termasuk dalam doa kita setiap hari yang selalu meminta diberikan jalan yang lurus. Maka kalau diajak mempertahankan NKRI dan UUD45, ikut!
Jika sebaliknya ada yang ajak ke bentuk negara baru  khilafah atau apa itu namanya, jangan ikut!.” Tegas Gus Yahya didepan Datoq Bagu, para pengurus NU dan ribuan Nahdliyin yang hadir memadati pelataran Ponpes Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah, Sabtu 25 Februari 2023.

Sementara Ketua PWNU NTB Prof. TGH Masnun Tahir menyebut bahwa kehadiran Ketum dan jajaran pimpinan PBNU pada acara harlah ke-61 Ponpes Qomarul Huda dan rangkaian agenda peringatan 1 Abad NU di NTB tersebut, sebagai penambah energi baru bagi para pengurus dan warga Nahdliyin di NTB.

“Itu menunjukkan bahwa NU itu hadir di setiap kebutuhan masyarakat, apalagi ini acaranya Datoq ya,” ungkap Ketua NU yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Mataram itu.

Prof Masnun juga mengingatkan pentingnya merawat ajaran yang telah diwariskan para pendiri dan ulama NU. Karena terpeliharanya ajaran tersebut menjadi penentu keberlanjutan kehidupan yang tertata dan berperadaban untuk bangsa ini.

“Pokoknya merawat NU berarti merawat jagad dan membangun peradaban serta merawat NKRI. Jangan pernah lelah mengabdi di NU sambang semua masyarakat ya,” tegas Prof Masnun.

Indra Jaya Usman Ketua DPD Demokrat NTB yang mengikuti seluruh rangkaian agenda dari sejak penjemputan hingga pengantaran kembali ke bandara. Menyatakan sangat mengapresiasi kehadiran para pimpinan PBNU di Lombok itu. Terutama untuk Ketua PBNU KH. Yahya Cholil Staquf yang sedari awal kedatangan sebenarnya sedang dalam kondisi kurang sehat.

“Saya kagum dan sangat mengapresiasi Ketum PBNU dan jajaran yang sudah menyempatkan diri untuk hadir pada rangkaian acara peringatan 1 abad NU di Bagu Lombok Tengah. Terutama untuk Ketum Gus Yahya yang sebenarnya sedang kurang sehat, namun tetap berkenan hadir demi silaturahmi dengan warga Nahdliyin di NTB.” ungkap Ketua Partai yang juga Nahdliyin tersebut.

“Saya dengar hanya satu saja agenda yang akhirnya berkenan dihadiri Gus Yahya hari itu, agenda lain dibatalkan karena alasan kondisi kesehatan beliau. Saat sambutan beliau tampak tetap bersemangat dan saya rasa itu bentuk pengharaan khusus untuk Datoq Bagu serta warga NU NTB yang patut kita apresiasi,” sambung IJU usai menghantarkan rombongan PBNU di pintu ruang tunggu VIP bandara. (hl)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI