kicknews.today – Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menorehkan prestasi di sektor pariwisata nasional. Dua event unggulannya, Gili Festival dan Maulid Adat Bayan, resmi masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Capaian ini menegaskan penguatan posisi KLU sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal di tingkat nasional.
Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budiastuti menyampaikan bahwa kedua event tersebut lolos setelah melalui proses kurasi ketat, mulai dari tahap pengusulan hingga presentasi di hadapan tim kurator independen.

“Alhamdulillah, dari dua event yang kami usulkan, semuanya dinyatakan lolos kurasi. Ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak dalam mengangkat potensi daerah,” ujarnya, Selasa (10/02/2026).
Dia menjelaskan, Gili Festival berhasil mempertahankan eksistensinya dengan masuk KEN selama empat tahun berturut-turut. Sementara itu, Maulid Adat Bayan mencatatkan pencapaian membanggakan dengan lolos kurasi nasional pada pengusulan perdananya.
Menurut Dende, tim kurator KEN menilai sejumlah aspek utama, seperti keunikan budaya, orisinalitas tradisi, inovasi konsep acara, keberlanjutan event, serta dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Lolosnya Maulid Adat Bayan membuktikan bahwa nilai-nilai budaya yang kita miliki sangat tinggi dan mendapat pengakuan secara nasional. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat branding KLU sebagai destinasi wisata budaya yang autentik,” ujarnya.
Masuknya Gili Festival dan Maulid Adat Bayan dalam kalender KEN 2026 juga memberikan dukungan promosi langsung dari Kementerian Pariwisata. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok Utara.
“Kami optimistis dua event ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke KLU,” katanya.
Dende berharap, pelaksanaan kedua event tersebut dapat berjalan secara profesional dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa partisipasi warga menjadi kunci utama kesuksesan event.
“Kami ingin event ini tidak sekadar seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Lombok Utara,” tutupnya. (gii)


