Genjot swasembada pangan, Pemda KLU gerakkan tanam padi musim tanam kedua

Kepala DKP3 Lombok Utara, Tresnahadi. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026 melalui Gerakan Tanam Padi pada Musim Tanam Kedua (MT2). Langkah ini dilakukan untuk mendukung target swasembada pangan nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan pada musim tanam kedua.

Gerakan tanam padi tersebut mulai digerakkan di sejumlah wilayah, salah satunya di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, yang menjadi kelompok petani pertama menyepakati perubahan pola tanam dari palawija menjadi padi pada MT2.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong peningkatan indeks pertanaman padi dari satu kali menjadi dua kali, bahkan hingga tiga kali dalam setahun.

“Pemerintah pusat mendorong peningkatan indeks pertanaman, dari satu kali menjadi dua kali, bahkan dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun. Saat ini baru kelompok petani di Gondang yang sepakat. Awalnya MT2 direncanakan untuk palawija, tetapi dialihkan ke padi,” ujarnya, Senin, (30/03/2026).

Menurutnya, petani di Gondang sebelumnya biasa menanam kacang tanah pada MT2. Namun, tingginya biaya produksi membuat sebagian petani mempertimbangkan ulang komoditas yang akan ditanam.

Dia menjelaskan, harga bibit kacang tanah saat ini mencapai sekitar Rp50.000 per kilogram dengan kebutuhan sekitar 2 kilogram per are atau sekitar 200 kilogram per hektare.

“Kalau satu hektare butuh sekitar 200 kilogram, berarti biaya bibit saja sudah Rp10 juta. Itu belum termasuk biaya olah lahan, tanam, pupuk, hingga panen. Biaya tinggi, sementara harga jual kacang relatif stagnan. Karena itu petani memilih menanam padi,” jelasnya.

Selain faktor ekonomi, ketersediaan air pada MT2 tahun ini juga dinilai cukup mendukung untuk budidaya padi. Pemerintah daerah pun telah memastikan kesiapan infrastruktur irigasi melalui koordinasi lintas sektor.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR. Ketersediaan air dipastikan cukup untuk mendukung tanam padi pada MT2,” katanya.

Dari sisi sarana produksi, khususnya pupuk, Pemda KLU juga menyiapkan skema penyesuaian agar kebutuhan petani tetap terpenuhi. Awalnya pupuk untuk MT2 tidak dialokasikan karena pola tanam direncanakan untuk palawija. Namun setelah terjadi perubahan komoditas, dilakukan realokasi.

“Kita lakukan realokasi. Jatah pupuk MT3 dimajukan ke MT2. Sementara kebutuhan MT2 juga kita ajukan ke pemerintah pusat. Pusat sudah berkomitmen, jika petani menanam padi pada MT2, maka pupuk akan dialokasikan. Nanti alokasi itu kita geser kembali untuk MT3,” terangnya.

Tresnahadi menambahkan, gerakan tanam padi pada MT2 ini diharapkan mampu meningkatkan produksi beras di Kabupaten Lombok Utara sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman hingga panen, guna memastikan hasil produksi yang optimal.

“Dengan dukungan air, pupuk, dan pendampingan teknis, kami optimistis MT2 ini bisa berhasil dan berkontribusi pada peningkatan produksi pangan di daerah,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI