Gas LPG 3 kg langka di Lombok Timur, sejumlah ormas siap demo tuntut Bupati

Pamflet aksi tuntut kelangkaan LPG di Lombok Timur, Senin, 13 April. Foto. Ist

kicknews.today – Dalam beberapa pekan terakhir, gas LPG bersubsidi 3 kg alami kelangkaan di Kabupaten Lombok Timur, hal tersebut berdampak pada kenaikan harga ditingkat pengecer. Bahkan harga melonjak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

 

Dampak kelangkaan tersebut, berbagai organisasi masyarakat menyoroti dan menuntut pertanggungjawaban penuh Bupati Lombok Timur terhadap kuota LPG. Terlebih lagi, statemen Bupati pada 25 Maret lalu memicu pertanyaan dari sejumlah kalangan. Pasalnya, ia mengatakan, gas LPG 3 kg masih aman dan tidak ada kelangkaan.

 

Atas dasar itulah, Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) dan ormas-ormas lainnya akan menggelar aksi pada besok Senin, 13 April 2026.

 

Koordinator Aksi, Ustadz Ahmad Asdaruddin, S.Sos mengatakan, dalam point tuntutan, pihaknya mendesak bupati untuk menjamin ketersediaan Gas LPG 3 kg untuk rakyat.

 

“Menuntut bupati untuk mengembalikan sistem penjualan ke tingkat eceran/warung dan membasmi mafia gas serta menuntut bupati untuk bertanggungjawab penuh atas salah sasaran pendistribusian LPG 3 kg,” Katanya pada minggu (12/4/2026).

 

 

Sementara salah seorang warga, Mutia juga keluhkan kelangkaan gas melon tersebut, pasalnya. Belasan warung pengecer tercatat masih belum memiliki stok gas melon tersebut.

 

“Jikapun ada yang jualan gas elpiji ini, harganya bisa sampai Rp. 30 ribu, sangat melonjak. Jika kita tidak membelinya, kita masak pakai apa. Jadi walaupun harganya melambung tinggi, kita tetap beli, semoga kedepan stok tabung gas LPG ini normal seperti sebelum-sebelumnya,” pungkasnya. (cit)

 

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI