in

Terus diproduksi, Sepeda Metric-B asal NTB dihargai Rp 20 juta per unit

kicknews.today – Pemerintah Provinsi NTB menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan PLN tentang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sepeda Listrik Bima Electric Bicycle atau Matric-B.

Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan pengembangan sepeda listrik Matric-B merupakan kendaraan masa depan di NTB.

Ini merupakan kata Zul, satu langkah awal untuk mengubah cara pandang masyarakat NTB khususnya.

“Sebenarnya kita semua memiliki kemampuan. Pandemi Covid-19 di NTB memang berdampak terhadap banyak hal, namun selalu ada terobosan baik di tengah musibah,” katanya Jumat (23/10) sore tadi.

Dijelaskannya, pengembangan teknologi butuh pembelajaran, dan model pembelajarannya. Paling utama adalah learning by doing yaitu belajar dengan cara mengerjakannya secara langsung.

“Tidak ada produk teknologi Tiongkok, Korea, India pas lahir lalu sempurna, pasti dia diremehkan dulu, dibully, tapi seiring berjalannya waktu ada feedback dari masyarakat”, pungkas Gubernur.

Sepeda listrik ini kata Zul, dilaunching dengan harga Rp20 juta per unit. “Pasti banyak yang bertanya kenapa sepeda ini mahal. Kita belajar dari negara lainlah. Memang harus seperti itu,” katanya.

Untuk itu lanjut Zul, kehadiran PLN menjadi lebih baik adanya produk sepeda listrik di NTB. “Maka perlu ada kesepakatan bersama PLN untuk Sepeda Metric-B ini,” katanya.

General Manager PLN UIW NTB, Ir. Lasiran mengatakan perkembangan Sepeda Listrik Matric-B, saat ini sudah berjumlah 15 unit. Diupayakan pada tangal 17 Desember 2020 nanti, sudah ada 50 unit sepeda listik Matric-B.

“Kita akan mempercepat Pengembangan Sepeda Listrik Matric-B untuk mendukung terlaksananya MotoGP di Sirkuit Mandalika juga,” pungkas Lasiran.(Vik)

What do you think?

Member

Written by ahmad viqi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Ini Wakil NTB di Ajang Pemilihan Puteri Remaja Indonesia 2020 Tingkat Nasional

Wakil gubernur minta Nakes di Bima tidak jenuh layani pasien Covid-19