in

Selama PPKM Darurat, Bandara Lombok kehilangan 76 persen penumpang

dokumentasi : Situasi penumpang pesawat di Bandara Lombok (5/5/2021)

kicknews.today – PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Lombok, mencatat penurunan jumlah penumpang sebesar 76 persen pada bulan Juli 2021 jika dibandingkan dengan Juni 2021.

Penurunan ini terjadi, pasca diterapkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh Pemerintah Pusat, sejak 3 Juli 2021 lalu.

General Manager Bandara Lombok Nugroho Jati, dalam siaran persnya mengungkap data pada bulan Juni, Bandara Lombok melayani 130 ribu penumpang. Angka ini, dengan rata-rata penumpang sebanyak 4.300 penumpang per hari.

Sedangkan pada bulan Juli, bandara hanya melayani 33.250 penumpang atau rata-rata seribu penumpang per hari.

“Jika dipersentasikan, terjadi penurunannya sekitar 76 persen,” ujar Nugroho, Selasa (10/8).

Saat penerapan PPKM Darurat, terdapat beberapa ketentuan dari Pemerintah RI yang mengatur persyaratan perjalanan penumpang pesawat udara. Yaitu Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No.45/2021, yang mengatur persyaratan perjalanan tanggal 5-20 Juli.

Kemudian, SE No.53/2021 yang mengatur persyaratan perjalanan tanggal 19-25 Juli, dan SE No.57/2021 yang mengatur persyaratan perjalanan tanggal 26 Juli hingga saat ini.

“Ketentuan-ketentuan tersebut mewajibkan calon penumpang untuk menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR 2 kali 24 jam,” katanya.

Bahkan SE No.53/2021 yang berlaku tanggal 19-25 Juli, membatasi perjalanan transportasi udara untuk umum dan hanya pelaku perjalanan dengan kriteria berusia di atas 18 tahun, bekerja di sektor esensial dan kritikal yang dibolehkan.

“Keperluan mendesak yang dibolehkan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat udara,” jelasnya.

Selain penumpang, pergerakan pesawat dan kargo juga mengalami penurunan. Pada bulan Juni terdapat 1.300 pergerakan pesawat, serta 754 ribu kilogram kargo yang dilayani Bandara Lombok.

Sedangkan pada bulan Juli, hanya terdapat 555 pergerakan pesawat dan 495 ribu kilogram kargo.

“Terdapat penurunan pergerakan pesawat sebesar 58 persen dan penurunan pergerakan kargo sebesar 34 persen,” katanya.

Meskipun mengalami penurunan pada sektor penumpang, pesawat dan kargo, tapi Nugroho menegaskan, tidak menurunkan komitmen Bandara Lombok dalam melayani para pengguna jasa bandar udara.

“Kami menghimbau para calon penumpang, serta stakeholder di bandara untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer” pungkasnya. (Ade)

Editor: Nurul

Laporkan Konten