in

Penggunaan pupuk dibatasi, tanah di Lombok Tengah kaya unsur hara

Area Sawah

kicknews.today – Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan (Distanak) Lombok Tengah (Loteng), Lalu Iskandar mengatakan, dengan adanya kebijakan pemerintah untuk pengurangan penggunaan pupuk saat ini, ternyata berdampak terhadap hasil panen petani. Di mana setidaknya ada peningkatan sekitar 3,55 persen produksi padi setelah petani mengurangi penggunaan pupuk.

“Meskipun kondisi pupuk sangat terbatas. Namun produksi sekarang masih tetap melambung tinggi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (17/4).

Menurutnya, bahkan hasilnya lebih meningkat jika dibandingkan dengan sebelumnya. Artinya pemerintah memiliki dasar saat memberikan batasan penggunaan pupuk.

“Fakta dilapangan, jika produksi kita sekarang ada peningkatan 3,55 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, artinya jika dibandingkan dengan rata-rata nasional, maka kebijakan ini juga cukup bagus dalam mengurangi kebutuhan pupuk bagi para petani,” jelasnya. 

Terlebih memang dari tahun 2019, ada hasil penelitian yang dijadikan sebagai acuan. Misalnya di wilayah selatan hanya menggunakan 50 kg pupuk per hektar untuk urea, dan bagian utara dapat menggunakan 100 kg per hektar. Padahal sebelumnya, kebiasaan petani dalam satu hektar menggunakan 250 kg pupuk.

“Saat ini selain hasil produksi kita yang semakin meningkat dan semakin bagus, tapi yang terpenting juga bahwa hama penyakit juga kurang,” katanya. 

“Artinya, ini membuktikan bahwa rekomendasi untuk mengurangi penggunaan pupuk sudah tepat, dan di dalam tanah masih ada unsur yang tidak perlu ditambah kembali dengan pupuk yang berlebihan,” ujarnya. 

Disampaikan juga bahwa di dalam tanah wilayah Lombok Tengah masih ada unsur hara yang tidak perlu menanam dengan menambah pupuk. Berdasarkan riset yang sudah dilakukan, kebutuhan akan pupuk bagi para petani sangat berbeda antara wilayah utara dengan selatan.

“Yang perlu kami pertegas bahwa memang dengan pembatasan penggunaan pupuk ini membuat dampak yang bagus. Karena fakta dilapangan membuktikan ada peningkatan. Di satu sisi, penyakit yang selama ini menyerang tanaman masyarakat sangat berkurang juga kita menerima laporan,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk bisa mendengarkan imbauan dari pemerintah agar tidak menggunakan pupuk berlebihan. Di mana jumlah ketersediaan pupuk yang diberikan oleh pemerintah tentu sudah dipertimbangkan dengan baik.

“Kita lihat musim tanam pertama yang kemarin hasilnya sangat bagus-bagus. Jadi memang kondisi tanah kita yang tidak membutuhkan terlalu banyak pupuk ini,” pungkasnya. (ade)

Editor: Annisa

Laporkan Konten