in

Investasi Tambak Udang di Lombok Utara perlu dievaluasi

Aktivitas tambak udang di Lombok Utara

kicknews.today – Dalam beberapa tahun yang lalu Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah gencar mengembangkan sektor tambak udang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tidak hanya itu, menjamurnya tambak udang di wilayah Kecamatan Kayangan dan Bayan pun dianggap mampu mendongkrak jumlah tenaga kerja di daerah. Kendati, hal ini rupanya tidak sesuai dengan penilaian Wakil Ketua II DPRD Lombok Utara Mariadi.

Menurutnya, aktivitas tambak udang memang bagus namun belum dirasa efektif untuk mendongkrak sektor ekonomi daerah. Terlebih kaitannya dalam nilai investasi, pihaknya beranggapan bahwa bisnis tambak udang tidak menguntungkan hasil yang besar ketimbang investasi perhotelan. Apalagi tambak udang memanfaatkan lahan yang begitu besar sementara hotel tidak demikian.

“Tambak udang ini kalau saya lihat keuntungan besar itu tidak ada, keuntungan hanya pada pajak tanah di kita. Artinya diluar tambak mereka tetap bayar pajak kan, sedangkan setoran mereka itu ke provinsi penciptaan lapangan kerja juga tidak terlalu bagus sekali dari sisi retribusi juga tidak besar,” ungkapnya di Tanjung, Lombok Utara, Rabu (7/4).

Dijelaskan, lain halnya dengan hotel hanya dengan menggunakan luasan lahan sekitar 5 hektare namun kontribusi pajak ke daerah cukup besar. Dari sisi tanggungjawab atau CSR pun juga lumayan, terlebih Lombok Utara merupakan daerah kawasan pariwisata yang harus terkonsentrasi secara baik. Pihaknya menggambarkan, ketika daerah sepanjang pesisir pantai Lombok Utara didominasi oleh investasi tambak udang yang keuntungannya tidak terlalu besar, justru satu sisi akan merugikan investasi lain yang notabene dirasa besar.

“Karena kita ini konsen di bidang pariwisata jadi kalau semua pesisir pantai dijadikan tambak udang maka kita akan sama dengan Kabupaten Situbondo sepanjang pantai isinya tambak,” jelasnya.

“Itu justru akan menyulitkan kita manakala ada investor ingin masuk mengelola pantai, kemudian objek objek yang menurut kita bagus di pariwisata habis dikuasai tambak udang ini kalau menurut saya tidak terlalu besar untungnya,” imbuhnya.

Maka itu, Politisi Partai Golkar ini berharap untuk rencana jangka panjang maka Bupati Lombok Utara saat ini H. Djohan Sjamsu bisa memikirkan kembali untuk dilakukan evaluasi pada sektor tersebut. Jika aktivitas tambak yang ada sekarang bisa ditekan, dan daerah tidak perlu lagi mengeluarkan izin baru terhadap investasi serupa. Pemda disarankan konsen pada bidang investasi yang mampu menghasilkan PAD besar dalam setahun.

“Ya saya kira belum efektif dan ini harus dievaluasi. Dibeberapa daerah saya lihat itu terkonsep dengan bagus, mereka membangun pertokoan dan perhotelan dengan hitung-hitungan. Saya kira dalam beberapa tahun belakangan ini belum ada investor di kita yang benar-benar berinvestasi besar nilainya,” pungkasnya. (iko)

Editor: Dani

Laporkan Konten