in

Harga Cabai di Lombok Tengah “tambah pedas” di tengah pandemi Covid-19

Cabai Rawit

kicknews.today – Selain dihadapkan dengan persoalan dampak Pandemi Covid-19, sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) di Lombok Tengah khususnya mengeluhkan harga bumbu dapur cabai dan tomat yang mahal.

Dari penelusuran, pada awal tahun 2021 harga cebai melambung tinggi Rp 60 ribu sampai Rp 70 per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah, H Saman mengatakan, harga cabai dan tomat di Lombok Tengah saat ini memang mengalami kenaikan harga.

Dimana harga cabai yang sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram naik menjadi Rp 70 ribu. Sedangkan untuk harga tomat yang sebelumnya Rp 7 ribu naik menjadi Rp 15 ribu perkilogram.

“Cabai dan tomat yang naik, kalau kebutuhan pokok lainnya masih normal seperti biasa,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Jumat (8/1).

Menurutnya, kenaikan harga cabai tersebut merupakan hal biasa yang terjadi setiap tahun disaat musim hujan. Karena hasil tanaman cabai dan tomat petani itu banyak yang rusak akibat iklim musim penghujan.

“Hasil panen menurun, harga jadi naik,” katanya.

Ditegaskan, kenaikan harga cabai tersebut bukan karena adanya pandemi Covid-19. Melainkan kenaikan itu akibat dari hasil panen petani yang menurun.

“Bukan karena Covid-19 harganya naik,” tegasnya.

Terpisah, Salah satu Ibu Rumah Tangga Gardena (31) Warga Desa Gemel mengatakan, bahwa harga cabai dan tomat di beberapa pasar mengalami kenaikan harga. Sedangkan untuk harga bumbu dapur lainnya seperti bawah merah, bawah putih atau kebutuhan lainnya masik normal.

“Harga cabai itu Rp 60-70 ribu perkilogram. Sehingga uang untuk kebutuhan dapur menjadi bertambah. Kita berharap supaya ada solusi dari Pemerintah,” pungkasnya. (Ade)

Editor: Dani

Laporkan Konten