in

Ekonomi NTB alami Kontraksi -4,58 persen selama Covid-19

konferensi pers kinerja pelaksanaan APBN 2020

kicknews.today – Pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami kontraksi cukup mengkhawatirkan.

Selama pandemi Virus Corona (Covid-19) yang melanda NTB pada bulan Maret 2020 lalu, ekonomi NTB hampir melempem setelah mengalami penurunan signifikan pada Triwulan III bulan Oktober 2020 lalu.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, BPS Provinsi NTB Ir. Gusti Lanang Putra menyebut, pertumbuhan ekonomi 2020 triwulan I, II dan III mengalami penurunan.

Pada triwulan I kata Lanang, mengalami pertumbuhan 3,08 persen secara institusi. Kemudian pada triwulan II ekonomi NTB tumbuh 0,78.

“Kemudian triwulan III hanya tumbuh 0,13,” jelas Lanang, Rabu (13/1/2021) saat memberikan keterangan pada konferensi pers kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional tahun anggaran 2020.

Selama pandemi Covid-19 kata Lanang, sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 34,66 persen selama periode Januari hingga Desember 2020.

Untuk sektor, keuangan dan asuransi tumbuh sebesar 13,12 persen. Sedangkan untuk bidang informasi dan komunikasi tumbuh 12,53 persen.

“Sektor tambang cukup besar. Karena selama ini PT Aman tetap beroperasi tidak terpengaruh pandemi,” jelas Lanang.

Selain itu kata Lanang, pertumbuhan konsumsi Rumah Tangga di NTB mengalami penurunan sebesar -1,55 persen.

Untuk sektor pengeluaran pemerintah daerah selama tahun 2020 naik sebesar 1,40 persen. “Ekspor luar negeri kita juga cukup bagus. Itu ada kenaikan 19,78 persen,” katanya.

Namun jelas Lanang, untuk pertumbuhan modal tetap turun -7,63 persen. Sedangkan untuk impor luar negeri turun -4,20 persen.

“Pengeluaran konsumsi produksi rumah tangga juga mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19 sebesar -3,97 persen.”

“Selain itu akibat pandemi Covid-19 ini, ekonomi NTB mengalami penurunan pada triwulan ke II dan III merosot hingga -4,58 persen,” jelasnya.

Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi harap Lanang, diharapkan peran pemerintah bisa mengaktifkan UMKM selama pandemi Covid-19.

“Karena selama ini gerak ekonomi kita hampir melempem,” katanya.

Untuk hasil kumulatif pada triwulan ke IV mendatang kata Lanang. Pihaknya akan memberikan keterangan resmi terkait capaian lengkap kondisi ekonomi NTB yang bakal diumumkan per tanggal 14 Februari 2021 mendatang.(Vik)

What do you think?

Member

Written by ahmad

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Video Syekh Ali Jaber: Pertama saya berjuang di Indonesia di Lombok dan ingin dimakamkan di Lombok

Vaksin Covid-19 mulai disebar ke seluruh NTB