in

Di Mataram ada pameran mutiara Lombok untuk sambut WorldSBK

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana (baju putih) didampingi Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Kinnastri Roliskana (jilbab merah) meninjau gerai mutiara di sela pembukaan "Mataram Pearl Festival" di Mataram Craft Center (MCC) Sekarbela, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat

kicknews.today – Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana membuka kegiatan “Mataram Pearl Festival” atau pameran mutiara untuk menyambut perhelatan akbar World Superbike (WSBK) 19-21 November di Sirkuit Pertamina Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Pembukaan “Mataram Pearl Festival” yang berlangsung di Mataram Craft Center (MCC) Sekarbela, dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat di Mataram, Rabu (17/11).

Wali kota dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan festival mutiara ini bertujuan menunjukkan pada khalayak bahwa mutiara di Lombok sangat cantik dan indah, sehingga perlu dimiliki oleh warga masyarakat khususnya pengunjung yang datang ke Lombok.

“Kegiatan pameran mutiara ini dapat melengkapi penjualan secara ‘online’ atau transaksi digital yang semakin marak belakangan ini,” katanya.

Kegiatan pameran mutiara yang akan berlangsung sampai tanggal 20 November 2021, melibatkan sekitar 12 pengrajin ini sekaligus menyajikan proses pembuatan kerajinan mutiara ini bisa menarik wisatawan atau tamu WSBK berkunjung dan bertransaksi di MCC sebagai bagian wisata belanja.

“Ini tentu menjadi peluang baik bagi pengrajin,” katanya.

Dikatakan, di tengah pandemi COVID-19, banyak hal yang dapat diambil sebagai hikmah. Di samping itu, pandemi telah menguji ketahanan kondisi, ketahanan ekonomi, solidaritas dan yang terpenting adalah menguji semangat untuk lebih inovatif dan lebih kreatif.

“Inovasi dan kreativitas adalah dua hal yang sangat penting untuk suatu usaha dapat bertahan pada masa pandemi. Karenanya, kegiatan festival dan melakukan transaksi digital menjadi salah satu hikmah pandemi yang bisa kita ambil,” katanya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pearl NTB H Fauzi mengatakan bahwa setelah gempa 2018 hampir seluruh pengusaha mutiara mengalami penurunan omset, terlebih kemudian ditambah lagi selama pandemi COVID-19 hampir tidak ada kunjungan wisatawan sama sekali.

Para pelaku usaha kemudian mulai menerapkan penjualan melalui sistem “online” serta menjemput secara langsung pembeli yang ada di luar sebagai bentuk ikhtiar.

“Untuk itu, kegiatan WSBK 2021 ini kami harapkan menjadi momentum kebangkitan pengerajin Mutiara Kota Mataram,” katanya.

Kegiatan pameran mutiara itu, dirangkaikan juga dengan lelang mutiara untuk pertama kalinya di Kota Mataram. (ant)

Editor: Dani

Laporkan Konten