in

28.440 keluarga di Mataram sudah dapat bantuan beras PPKM

Kegiatan penyaluran bantuan beras untuk keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial tunai (BST) dan program keluarga haparan (PKH) di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

kicknews.today – Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan sebanyak 28.440 keluarga penerima manfaat (KPM) di kota ini sudah menerima bantuan beras dari Bulog yang merupakan program pemerintah pusat untuk membantu warga selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Sebanyak 28.440 KPM tersebut merupakan KPM dari penerima bantuan sosial tunai (BST) sebanyak 10.856 KPM dan penerima PKH sebanyak 17.584 KPM,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati di Mataram, Jumat (23/7).

Menurutnya pendistribusian bantuan beras Bulog tersebut dimulai sejak Rabu (21/7) 2021) melalui 50 kelurahan di enam kecamatan dengan jatah masing-masing KPM mendapat 10 kilogram.

Dalam proses pendistribusian, katanya, Dinsos dalam hanya melakukan pemantuan dengan menurunkan pendamping PKH. Pemantauan dilakukan baik terhadap sasaran, kondusifitas pelaksanaan, maupun penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap pendistribusian.

“Istilahnya, kita terima barang jadi dari Bulog sebab mereka yang langsung kemas, memberikan label dan mendistribusian ke kelurahan. KPM tinggal ambil ke kantor lurah masing-masing,” katanya.

Sementara menyinggung tentang pendistribusian bantuan beras untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di luar penerima BST dan PKH, Asnayati mengatakan, bantuan beras PPKM itu saat ini juga masih berproses.

“Untuk realiasi sementara kami belum bisa sebutkan, karena pengiriman sedang berlangsung juga ke masing-masing sasaran,” katanya.

Untuk bantuan beras PPKM di Kota Mataram, dialokasikan sebanyak 50 ton dengan jumlah sasaran 13.888 jiwa. Kalau bantuan beras PPKM ini hitungannya per jiwa bukan ber KPM. Jadi bantuan diberikan sesuai dengan jumlah anggota keluarga.

“Satu jiwa mendapatkan 400 gram selama 9 hari, dikalikan jumlah anggota keluarga,” demikian Baiq Asnayati. (ant)

Editor: Dani

Laporkan Konten