kicknews.today – Paska beredarnya informasi adanya dugaan pungli di obyek wisata Pusuk Sembalun Lombok Timur beberapa pekan terakhir mendapat reaksi sejumlah pihak. Staf Khusus Bidang Pariwisata memastikan akan mengevaluasi para tukang parkir yang diduga lakukan pungli tersebut.
“Kita akan evaluasi tukang parkir yang melakukan pungli, terlebih yang tidak memiliki identitas resmi, setidaknya menggunakan rompi parkir,” kata Stafsus Bidang Pariwisata, Ahmad Roji pada Rabu (31/12/2025).

Tidak hanya di Sembalun, ia juga menyoroti pentingnya penggunaan karcis resmi di seluruh kawasan wisata yang dikelola pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur. Tindakan tersebut guna memastikan transparansi pengelolaan wisata daerah. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk memantau para obyek-obyek wisata yang ada dan dapat dilaporkan apabila adanya tindakan yang tidak sesuai dilapangan.
“Kita minta para tukang parkir untuk koordinasi dengan Dinas Pariwisata seperti kartu karcis yang dicetak atau dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata. Hal itu bertujuan agar kita tahu data kunjungan beserta besaran retribusi. Kan adanya karcis atau tiket dari Dinas terkait artinya itu sah dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Terlebih lagi saat ini sudah di penghujung tahun, tingkat kunjungan wisatawan asing atau lokal sangat meningkat di berbagai wisata, wabilkhusus di Sembalun.
“Semisal yang datang ribuan pengunjung perhari lalu dimintakan uang masuk Rp 10 ribu, sudah kaya para tukang parkir ini. Sedangkan tanpa karcis resmi ini berpotensi besar menimbulkan kebocoran pendapatan daerah,” tambahnya.
Ke depan ia harap bagi para tukang parkir atau pengelola wisata di berbagai obyek wisata untuk menyediakan karcis resmi karena hal tersebut merupakan kewajiban mutlak bagi pengelola wisata yang berada dibawah kewenangan daerah. (cit)


