kicknews.today – Komitmen DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan terus ditunjukkan secara nyata. Anggota DPRD KLU dari Fraksi Gerindra, Artadi, menyerahkan bantuan perangkat komputer dan printer kepada SMPN 3 Tanjung, Senin (19/01/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai respons langsung atas keterbatasan sarana teknologi yang selama ini dikeluhkan pihak sekolah, khususnya untuk menunjang kegiatan praktik pembelajaran serta pelaksanaan ujian berbasis komputer.

Artadi mengatakan, ketersediaan perangkat teknologi menjadi kebutuhan mendesak di tengah tuntutan sistem pembelajaran yang semakin digital. Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, siswa dinilai akan kesulitan mengikuti proses belajar secara optimal.
“SMPN 3 Tanjung ini masih sangat membutuhkan komputer. Kalau perangkatnya kurang, kasihan anak-anak kita saat praktik maupun ujian. Bantuan ini memang belum seberapa, tapi ini langkah awal,” ujar Artadi di hadapan para guru dan siswa.
Selain persoalan sarana digital, Artadi juga menyoroti kondisi infrastruktur sekolah yang hingga kini belum tertangani secara maksimal. Dia menyinggung renovasi ruang kelas yang rusak berat akibat gempa bumi 2018 yang hingga kini belum terealisasi, meskipun anggarannya sempat dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025.
Menurutnya, keterbatasan waktu pengerjaan membuat anggaran tersebut akhirnya menjadi Silpa karena pihak ketiga tidak berani mengambil risiko pekerjaan dengan waktu yang terlalu singkat.
“Anggarannya jadi Silpa karena waktunya mepet dan tidak ada rekanan yang berani mengerjakan. Tapi saya tegaskan, tahun 2026 renovasi ini harus jalan. Gedung yang rusak itu sudah kumuh dan membahayakan keselamatan siswa,” tegasnya.
Tak hanya itu, Artadi juga menyoroti persoalan banjir tahunan yang kerap menggenangi halaman sekolah saat musim hujan. Ia mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan pembenahan drainase di sekitar lingkungan SMPN 3 Tanjung.
“Saluran drainasenya sudah tertutup, sehingga air dari permukiman warga masuk semua ke halaman sekolah. Ini jelas mengganggu kenyamanan dan aktivitas belajar siswa,” tutupnya. (gii/*)


