kicknews.today – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak akan menyurutkan semangat jajarannya untuk berkontribusi pada program strategis daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor DPMPTSP, Senin (12/1/2026).
Irnadi menekankan bahwa investasi harus memiliki dampak sosial yang nyata, terutama dalam mendukung tiga program prioritas Gubernur saat ini: ketahanan pangan, penuntasan kemiskinan ekstrem, dan pengembangan destinasi wisata dunia.

Terobosan “Desa Berdaya” di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, menjadi Salah satu langkah konkret dalam optimalisasi lahan tidur milik investor di Desa itu. Wilayah tersebut menjadi perhatian khusus karena tingginya angka kemiskinan ekstrem di tengah hamparan lahan milik perusahaan yang belum dimanfaatkan.
“Kami sedang mendata lahan-lahan yang belum dioptimalkan oleh investor, Sesuai arahan pimpinan, kami akan mengundang para owner perusahaan secara langsung, bukan perwakilan atau GM, untuk duduk bersama Gubernur,” ujar Irnadi.
Melalui konsep Desa Berdaya, DPMPTSP menawarkan skema pinjam pakai lahan yang saling menguntungkan. Bagi warga kurang mampu dapat mengelola lahan untuk pertanian guna mendukung ekonomi dan ketahanan pangan.
Sementara bagi investor, lahan tetap aman secara hukum karena dikawal oleh Pemerintah Provinsi melalui perjanjian resmi, sehingga tidak ada kekhawatiran lahan diklaim secara sepihak oleh oknum warga.
Adapun jangka waktu yang diberikan yakni dalam jangka waktu 2 tahun dan dapat diperpanjang, namun otomatis berakhir jika investor siap membangun lahan tersebut.
Terkait persoalan internal, Irnadi mengakui bahwa porsi anggaran operasional saat ini sangat minim karena sebagian besar terserap untuk belanja pegawai (gaji). Namun, ia meminta seluruh jajaran untuk tetap percaya diri dan inovatif.
“Tadi kita dengar penyampaian Pak Sekdis terkait ikhtiar operasional, Saya minta bagian operasional menyusun kerangka kerja yang taktis. Kita harus jeli memanfaatkan setiap rupiah agar pada triwulan pertama dan kedua tetap ada kinerja nyata yang bisa kita tunjukkan kepada masyarakat,” tegasnya. (wii)


